UIN Walisongo Investigasi Dosen, Tuntaskan Dugaan Kekerasan Seksual

  • 09 Mei 2026 08:03 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pimpinan UIN Walisongo Semarang memberikan keterangan resmi terkait isu dugaan kekerasan seksual yang tengah mencuat di lingkungan kampus. Dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan dosen terhadap mahasiswa tu sempat viral di media sosial.

UIN Walisongo bersama Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) serta Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) memberikan keterangan terbuka kepada awak media pada Jumat, 8 Mei 2026. Pihak kampus menegaskan bahwa proses investigasi tengah berjalan secara maraton dengan mengedepankan asas keberpihakan pada korban dan profesionalitas.

Ketua Satgas PPKS UIN Walisongo Semarang, Nur Hasyim, M.A., menjelaskan, timnya saat ini tengah menjadikan informasi dari kanal media sosial sebagai data awal untuk melacak fakta di lapangan. Mengingat kanal informasi tersebut bersifat rahasia (confidential), Satgas PPKS melakukan langkah proaktif dengan menjangkau berbagai pihak.

"Kami sedang bekerja sama dengan organisasi kemahasiswaan (Ormawa), baik intra maupun ekstra, untuk mencari ruang agar dapat menjangkau saksi korban. Fokus kami saat ini adalah pengumpulan bukti dan saksi untuk menyusun kronologi yang kuat sebelum melangkah ke pemeriksaan terlapor," katanya.

Terkait status oknum yang diduga terlibat, pihak kampus menyatakan masih berpegang pada asas praduga tak bersalah. “Namun, jika terbukti melakukan pelanggaran berat sesuai kode etik, sanksi tegas hingga pengeluaran dapat diberlakukan,” ucapnya.

Ketua PSGA UIN Walisongo, Dr. Kurnia Muhajarah, M.S.I., memastikan bahwa pihaknya membuka pintu seluas-luasnya bagi korban atau saksi untuk memberikan keterangan. Menanggapi kekhawatiran mahasiswa akan adanya intimidasi atau kesulitan akademik jika melapor, pihaknya akan memberikan jaminan penuh.

"Kami menyiapkan ruang aman dan hotline 24 jam dan berpihak 100 persen pada korban. Identitas pelapor dijamin kerahasiaannya dan kami pastikan posisi akademik mahasiswa aman 100 persen. Jangan pernah merasa sendiri karena kami di sini bersama korban," tegasnya.

Ia menambahkan, meski saat ini laporan resmi secara langsung belum masuk, tim investigasi telah menyiapkan rencana cadangan. “Plan A, B, dan C disiapkan agar kasus ini tetap memiliki struktur yang jelas dan bisa ditindaklanjuti oleh pimpinan melalui Komite Etik,” katanya.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. Imam Yahya, M.Ag., menekankan bahwa kasus ini menjadi momentum bagi kampus untuk lebih masif melakukan edukasi. Selain investigasi, kampus juga mengagendakan roadshow ke berbagai fakultas sebagai langkah preventif dan penyadaran kolektif.

"Pimpinan berkomitmen penuh untuk menyelesaikan kasus ini sampai akhir. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk menegakkan keadilan dan memastikan UIN Walisongo Semarang menjadi kampus yang aman bagi seluruh civitas akademika," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....