Mendidik Anak Mencintai Bumi sejak Dini, Ini Kata Parenting Coach

  • 07 Mei 2026 16:42 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID., Semarang -Isu lingkungan masih menjadi perhatian yang harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak melalui peran aktif orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Parenting Coach School Development Program, Dr. Lis Budiana mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya diajarkan melalui teori, tetapi harus dipraktikkan langsung agar menjadi kebiasaan dalam diri anak.

Dalam dialog di Pro 4 RRI Semarang edisi Kamis, 7 Mei 2026, Dr. Lis Budiana menjelaskan anak belajar dari pengalaman yang mereka lihat dan alami bersama orang tua. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menutup keran air, memilah sampah, merawat tanaman, hingga menjaga kebersihan lingkungan dapat menjadi contoh nyata yang akan membentuk karakter cinta lingkungan pada anak.

"Jadi, kita itu menunjukkan kepada anak-anak bagaimana rasa memiliki kita terhadap dunia ini, itu bukan hanya kepedulian tetapi rasa memiliki, karena lingkungan kita itu adalah kita. Kita itu ada di dalam lingkungan kita, jadi, kalau bahasa Inggris boleh ngomong itu it's belong to us begitu ya," katanya.

Ia menambahkan, pola asuh orang tua sangat memengaruhi cara pandang anak terhadap lingkungan sekitar. Orang tua diharapkan tidak menakut-nakuti anak terhadap alam, seperti melarang memegang tanah atau hewan kecil secara berlebihan, melainkan mengenalkan bahwa lingkungan adalah bagian dari kehidupan yang harus dijaga bersama.

"Nah, di sinilah kita perlu melibatkan anak merasa bahwa itu milik kita itu tadi tanpa satu hal yang seringkali secara tidak sengaja kita sebagai orang tua itu sebetulnya ingin melindungi tetapi yang terjadi itu menakut-nakuti. Awas ada cacing, gitu ya, awas jangan pegang ini, kotor, jijik dan sebagainya," ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan waktu akibat kesibukan bukan alasan untuk tidak melibatkan anak dalam aktivitas peduli lingkungan. Orang tua dapat memanfaatkan waktu akhir pekan maupun kegiatan sederhana di rumah untuk membangun kebiasaan baik, seperti memilah sampah organik dan anorganik, memberi makan hewan liar, atau mengenalkan pengolahan sampah ramah lingkungan.

Selain keluarga, lingkungan sosial dan media digital juga memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter anak. Oleh karena itu, orang tua perlu membangun fondasi nilai yang kuat sejak usia dini agar anak mampu memilah pengaruh baik dan buruk dari lingkungan sekitarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pola komunikasi yang tepat dalam mendidik anak. Ia membedakan antara mengoreksi dan memarahi anak, di mana orang tua sebaiknya fokus pada masalah yang terjadi tanpa menyalahkan pribadi anak agar tidak menimbulkan luka batin maupun penolakan dari anak.

Melalui pembiasaan dan keteladanan yang dilakukan secara konsisten, anak diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Ia pun mengajak para orang tua untuk menjadikan lingkungan sebagai sahabat yang harus dijaga bersama demi masa depan generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....