INTENSE Education Fair 2026 Dorong Kolaborasi Pendidikan Indonesia–Taiwan

  • 23 Apr 2026 14:54 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Universitas Diponegoro (Undip) menjadi tuan rumah penyelenggaraan INTENSE Program Education Fair 2026 yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, serta mitra industri dari Indonesia dan Taiwan. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi dan peluang global bagi mahasiswa.

Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo dalam sambutannya menegaskan, kegiatan ini menjadi jembatan penting dalam menghubungkan Indonesia dan Taiwan. Khususnya, dalam membuka peluang bagi generasi muda di era global.

“Ini adalah upaya menghubungkan peluang dengan talenta muda yang tengah mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang semakin saling terhubung. Peran universitas tidak hanya mendidik, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa untuk kehidupan melalui pengalaman dan keberanian keluar dari zona nyaman,” ujarnya saat ditemui di Muladi Dome Undip, Kamis, 23 April 2026.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra, baik dari Taiwan maupun Indonesia, yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi yang terbangun tidak hanya sebatas pertukaran ide, tetapi juga mengarah pada kerja sama konkret dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Menteri Administratif Kementerian Pendidikan Taiwan, Chun-Chang Chu, memaparkan berbagai dukungan yang diberikan pemerintahnya bagi mahasiswa internasional, termasuk Indonesia. Ia menyebutkan adanya beasiswa hingga 100 ribu dolar Taiwan per tahun selama dua tahun, subsidi tiket pesawat, serta biaya administrasi.

“Selain itu, perusahaan mitra juga memberikan tunjangan hidup minimal 10 ribu dolar Taiwan per bulan. Kurikulum dirancang bersama antara universitas dan industri agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” katanya.

Direktur Divisi Pendidikan TETO Indonesia, Mei-Chi Shih, menambahkan, mahasiswa Indonesia menjadi salah satu mitra penting dalam pendidikan tinggi di Taiwan. Pada tahun akademik 2025, jumlah mahasiswa internasional di Taiwan mencapai lebih dari 140 ribu, dengan sekitar 14 ribu di antaranya berasal dari Indonesia.

“Pemerintah Taiwan terus melonggarkan regulasi, termasuk memberikan kesempatan bagi lulusan internasional untuk tinggal selama dua tahun guna mencari pekerjaan tanpa izin kerja. Ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi karier dan mendapatkan pengalaman kerja,” ungkapnya.

Menurutnya, program magang juga terus berkembang dengan jumlah peserta yang meningkat, didukung oleh pembiayaan bersama antara pemerintah dan perusahaan mitra. Selain itu, pelatihan intensif Bahasa Mandarin turut diberikan guna mendukung kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja di Taiwan.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Collaboration (MoC) dengan 10 Perguruan tinggi. Ada Universitas Negeri Surabaya, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas Budi Luhur, Politeknik Industri ATMI, serta Universitas Esa Unggul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....