Unnes Tambah Empat Profesor Baru, Diharapkan Jadi Penggerak Inovasi
- 20 Apr 2026 21:37 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Profesor memiliki peran strategis sebagai penggerak inovasi ilmiah, sekaligus penjaga integritas akademik di tengah dinamika global. Demikian diungkapkan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr S Martono saat pengukuhan empat guru besar di auditorium Prof Wuryanto Unnes, Senin, 20 April 2026.
“Kami harapkan, profesor bisa menjadi penggerak inovasi ilmiah, dan penjaga integritas akademik. Sekaligus komunikator ilmu pengetahuan agar hasil riset dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” kata Martono saat memberikan sambutan.
Keempat guru besar yang dikukuhkan ialah Prof Dr Taufiq Hidayah, Prof Dr Widodo, Prof Dr Sigit Priatmoko, dan Prof Rina Supriatnaningsih. Taufik guru besar Bidang Pedagogi Olahraga, sedangkan Widodo guru besar Bidang Seni Budaya - Karawitan Jawa.
| Baca juga: Tips Sukses Berkarier di Dunia Penerbangan |
Adapun, Sigit Priatmoko merupakan guru besar Bidang Kimia Terapan, dan Supriatnaningsih guru besar Bidang Keterampilan Berbicara. Rektor Unnes menegaskan, pengukuhan guru besar ini bentuk komitmen Unnes dalam memperkuat perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
"Guru besar ini tidak sekadar menjadi pencapaian akademik. Namun merupakan momentum untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat dan pembangunan bangsa," ungkapnya.
Ia menegaskan, peran profesor tidak lagi cuma diukur dari pencapaian akademik semata. Ukuran lainnya ialah kontribusinya terhadap masyarakat, hal itu sesuai dengan paradigma perguruan tinggi berdampak.
Pengukuhan dimeriahkan dengan hiburan tari dan nyanyian, yang menyelingi guru besar saat melakukan orasi ilmiah. Dalama orasi ilmiahnya, Taufiq menyatakan, gerak bukan sekadar aktivitas fisik dalam pendidikan olahraga.
Namun, gerak jadi medium pembelajaran yang membentuk keterampilan, motivasi, dan karakter. Di sisi lain, Widodo menuturkan, karawitan Jawa bukan sekadar seni musik tradisional.
"Karawitan juga merepresentasikan nilai budaya yang menekankan prinsip keselarasan dalam kehidupan," tandasnya. Sigit Pramono mengungkapkan, peran ilmu pengetahuan semakin penting dalam menghadirkan solusi yang inovatif, aplikatif, adil, dan berkelanjutan.
Hal itu dilakukan di tengah tantangan krisis energi dan lingkungan global, seperti sekarang. Adapun, Rina mengemukakan, kemampuan berkomunikasi lintas budaya ini semakin penting.
"Ini seiring dengan kebutuhan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dalam lingkungan internasional. Bahasa tak sekadar alat komunikasi, tetapi merepresentasikan norma, nilai, dan budaya suatu masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....