Pelatihan Biosaka di Pati Diminati, Jadi Alternatif Pertanian Ramah Lingkungan

  • 20 Apr 2026 14:12 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Biosaka Bukan Pupuk
  • Pelatihan Pembuatan Biosaka

RRI.CO.ID, Pati- Pelatihan biosaka di Kabupaten Pati terus diminati peserta dari berbagai daerah sebagai alternatif pertanian ramah lingkungan. Kegiatan ini membuka wawasan petani terhadap metode murah dan mudah dengan memanfaatkan bahan alami sekitar.

Peserta asal Pamekasan, Madura, Bandi, mengikuti pelatihan untuk memahami langsung teknik pembuatan biosaka secara praktis. Bandi menilai pembuatan biosaka tidak rumit, namun membutuhkan kesabaran dalam setiap tahapan prosesnya.

"Saya tertarik karena ingin belajar pertanian organik dan mengetahui proses biosaka secara langsung di lapangan. Kalau tidak sabar mungkin sulit, prosesnya harus pelan dan butuh ketelitian saat pengolahan bahan," ujarnya saat pelatihan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Sekar Tanjung, Tanjunganom, Gabus, Pati, Minggu, 19 April 2026.

Ia mengaku selama ini masih menggunakan pestisida kimia sehingga ingin mencoba metode yang lebih ramah lingkungan. Menurutnya, biosaka bisa menjadi alternatif baru meskipun perlu pembuktian lebih lanjut di lahan pertanian miliknya nanti.

Penggagas dan penggerak Biosaka, Muhamad Ansar menjelaskan, pelatihan ini rutin digelar dan telah berjalan hampir dua tahun dengan peserta dari seluruh Indonesia. Sebagian peserta mengikuti secara langsung, sementara lainnya bergabung melalui sistem daring karena keterbatasan fasilitas pelatihan.

Menurutnya, metode ini memanfaatkan rumput sekitar sebagai sumber kekuatan adaptasi tanaman. Ansar menegaskan bahan biosaka mudah ditemukan karena berasal dari tanaman liar yang tersedia di sekitar lahan pertanian.

"Biosaka bukan pupuk, tetapi membantu tanaman beradaptasi dengan kondisi lingkungan tempat mereka tumbuh. Metode ini layak dikembangkan sebagai solusi pertanian berbiaya rendah dengan potensi hasil yang menjanjikan," ujar Ansar.

Pelatihan ini diharapkan mendorong lahirnya lebih banyak petani mandiri yang menerapkan metode ramah lingkungan di daerahnya. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari pembuktian berkelanjutan agar biosaka mendapat perhatian lebih luas dari pemerintah.(APB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....