HUT ke-50, Wapeala Undip Tegaskan Komitmen Aksi Nyata untuk Lingkungan
- 17 Apr 2026 13:14 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Mahasiswa Pecinta Alam (Wapeala) Universitas Diponegoro (Undip) berkomitmen mengabdikan diri pada lingkungan dan masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua Wapeala Undip Ismail Aryaputra pada Ceremonial HUT ke-50 Wapeala Undip dengan tema “Setengah Abad Beraksi Selamanya Beraksi,”.
Ismail mengatakan, berbagai rangkaian kegiatan digelar dalam rangka HUT ke-50 Wapeala Undip, antara lain Environmental Talkshow, donor darah bedah buku, lari estafet dan reuni akbar Wapeala. “Talkshow tentang keadilan ekologis ini sangat penting karena saat ini kondisi lingkungan perlu kita bahas dan perlu kita resapi ide-ide yang perlu kita lakukan,” kata Ismail saat ditemui RRI di Aula Fakultas Psikologi Undip, Jumat, 17 April 2026.
Lebih lanjut, Ismail menjelaskan, pada hari Sabtu 18 April 2026, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan lari estafet 50 Km yang akan diikuti oleh seluruh elemen Wapeala mulai dari anggota hingga alumni. “Dari Semarang sampai ke Dusun Tekelan di lerang Merbabu,” ujarnya.
Wapeala, kata Ismail, tidak hanya berfokus pada kepetualangan saja, namun juga berkomitmen nyata untuk menghasilkan anggota-anggota yang dapat memberikan dampak yang signifikan bagi lingkungan. Menurutnya berbagai prestasi telah ditorehkan Wapeala Undip, salah satunya adalah ekspedisi baik di dalam maupun di luar negeri.
Sementara itu, Pembina Wapeala Undip Jati Ariati mengatakan, Environmental Talkshow ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap kondisi lingkungan yang semakin lama semakin memprihatinkan. “Tentunya kami juga mendorong para pelaku kegiatan alam terbuka supaya berkegiatan, lebih menjaga lingkungan,” jelasnya.
Sebagai salah satu organisasi mahasiswa pecinta alam tertua di kota Semarang jelas Jati, Wapeala Undip akan terus eksis untuk menyuarakan isu-isu lingkungan, juga eksis dalam komunitas pecinta alam, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi masyarakat. Jati mencontohkan Wapeala berperan aktif pada lingkungan dan masyarakat dengan ikut terlibat dalam penanggulangan bencana.
“Kami adalah salah satu potensi SAR dari kota Semarang. Kami juga aktif mengikuti pelatihan yang juga diselenggarakan oleh Basarnas,” ungkapnya.
Jati dalam kesempatan itu juga menyinggung hal dasar dalam menjaga lingkungan yaitu perilaku membuang sampah. “Undip sekarang sedang melancarkan program “zero waste” yang merupakan sesuatu yang nyata, yang bisa dilakukan,” ucapnya.
Menurutnya, aksi nyata masyarakat dalam menjaga lingkungan yang bisa dilakukan adalah dimulai dari perilaku membuang sampah pada tempatnya. “Tidak perlu memasang banner hentikan pembalakan, kalau kita belum bisa membuang sampah pada tempatnya, itu artinya cinta kita kepada lingkungan itu hanya “omdo” (omongan doang),” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....