Misi Artemis II, Langkah Bersejarah Kembali ke Bulan

  • 11 Apr 2026 22:43 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Setelah lebih dari setengah abad sejak Apollo 17 tahun 1972, manusia kembali menjelajah sekitar Bulan melalui misi Artemis II. Diluncurkan 1 April 2026 dari Kennedy Space Center, misi ini menjadi tonggak baru eksplorasi antariksa, sebagaimana dijelaskan NASA dalam program Artemis.

Profil Misi

Artemis II adalah misi berawak pertama program Artemis NASA untuk menguji wahana Orion dan roket SLS di ruang angkasa dalam. Misi berlangsung sekitar 10 hari dengan lintasan "free-return" yang memanfaatkan gravitasi Bulan, sebagaimana dijelaskan dalam literatur astrodinamika NASA.

Orion akan terbang mengelilingi Bulan dan melintas sisi belakang dengan jarak terdekat sekitar 6.500 km dari permukaan. Selama perjalanan, kru menguji sistem dan melakukan observasi ilmiah sebagai dasar misi lanjutan, seperti dijelaskan dalam jurnal Acta Astronautica.

Kru yang Bersejarah

Misi ini membawa empat astronaut yang mencerminkan era eksplorasi inklusif dan internasional, sejalan kebijakan NASA. Reid Wiseman bertugas sebagai komandan dengan pengalaman di ISS dan latar belakang pilot uji Angkatan Laut AS.

Victor Glover menjadi astronaut kulit hitam pertama menuju Bulan, berpengalaman dari misi Crew-1 ISS, menurut NASA Human Spaceflight. Christina Koch menjadi perempuan pertama menuju Bulan dan pemegang rekor durasi terbang panjang, menurut NASA dan npj Microgravity.

Jeremy Hansen menjadi astronaut Kanada pertama dalam misi lunar. Hal itu sebagaimana diumumkan NASA dan Canadian Space Agency.

Tujuan dan Pentingnya Misi

Tujuan utama Artemis II adalah menguji sistem Orion dalam lingkungan ruang angkasa dalam, menurut laporan teknis NASA dan Journal of Space Safety Engineering. Pengujian mencakup dukungan kehidupan, navigasi, komunikasi, dan propulsi untuk memastikan kesiapan misi berikutnya.

Misi juga menguji komunikasi optik jarak jauh. Tujuannya untuk meningkatkan transfer data, sebagaimana dikembangkan dalam riset NASA.

Pengamatan ilmiah dilakukan untuk memahami geologi Bulan dan adaptasi manusia di ruang angkasa, menurut Life Sciences in Space Research. Misi ini juga menyiapkan prosedur menuju pendaratan Bulan dan eksplorasi Mars di masa depan, sesuai rencana NASA.

Dampak dan Harapan

Artemis II menjadi fondasi kehadiran manusia berkelanjutan di luar Bumi, sebagaimana dibahas dalam jurnal Acta Astronautica. Misi ini membuka peluang penelitian, teknologi, dan pemanfaatan sumber daya Bulan bagi kehidupan di Bumi.

Keberhasilannya diharapkan menginspirasi generasi muda pada bidang STEM, sebagaimana ditegaskan National Science Foundation. Hal ini menunjukkan bahwa batas kemampuan manusia terus berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....