KKN Internasional ke Malaysia, 40 Mahasiswa Jateng Bawa Misi Kemanusiaan
- 02 Apr 2026 08:09 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Sebanyak 40 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah diberangkatkan ke Malaysia dalam program KKN Internasional “Mangunsari Goes Abroad” Batch I periode April 2026. Program ini mengusung misi kemanusiaan lintas negara, khususnya dalam mendukung pendidikan anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri.
Pelepasan peserta dilakukan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI bersama Forum Kerja Sama Perguruan Tinggi Jawa Tengah di Universitas Dian Nuswantoro, Selasa, 31 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan pengabdian masyarakat internasional selama 28 hari, mulai 1 hingga 28 April 2026.
Total peserta berjumlah 54 orang yang terdiri dari 40 mahasiswa, 10 dosen pembimbing lapangan, serta tim LLDIKTI Wilayah VI dan panitia. Para mahasiswa berasal dari 11 perguruan tinggi swasta dan akan ditempatkan di 11 Sanggar Belajar di bawah koordinasi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.
Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., menegaskan, program ini merupakan bentuk nyata kepedulian perguruan tinggi terhadap masyarakat Indonesia di luar negeri. Fokus kegiatan meliputi pendampingan pembelajaran, penguatan literasi, serta penanaman nilai kebangsaan.
Ia menambahkan, program ini juga menjadi upaya memastikan anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak meskipun berada di luar negeri. “Mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian, tetapi juga membawa misi kemanusiaan, memberikan harapan, serta menguatkan semangat belajar anak-anak Indonesia di luar negeri,” ujarnya melalui siaran pers, Rabu, 1 April 2026.
Ketua Panitia KKN Internasional, Dr. Nur Hidayat, menjelaskan, kegiatan ini merupakan pilot project yang akan dilaksanakan dalam tiga batch sepanjang 2026 dan diharapkan dapat terus dikembangkan ke wilayah lain di Malaysia. “Kami ingin perguruan tinggi hadir langsung menjawab tantangan pendidikan anak PMI yang masih terbatas aksesnya,” katanya.
Salah satu peserta, Najwa dari Universitas Kusuma Husada Surakarta, mengaku antusias dapat berbagi ilmu sekaligus memberikan motivasi belajar kepada anak-anak di Sanggar Belajar. “Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk berkontribusi langsung sebagai mahasiswa,” ungkapnya.
Setibanya di Malaysia, para peserta akan mengikuti audiensi di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian. Selain itu, perwakilan perguruan tinggi juga dijadwalkan menjalin kerja sama internasional dengan Multimedia University Malaysia.
Melalui program ini, LLDIKTI Wilayah VI menegaskan peran strategis perguruan tinggi tidak hanya sebagai institusi pendidikan. Akan tetapi, juga sebagai agen perubahan sosial dan kemanusiaan di tingkat global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....