Minat Terhadap Mobil Listrik Meningkat, SPKLU PLN Rembang Ramai Pengguna

  • 29 Mar 2026 09:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang - Penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di halaman kantor PLN Jalan Pemuda Rembang mengalami peningkatan selama musim mudik Lebaran 2026. Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rembang, Jati Kuncahyo mengatakan, pada hari biasa jumlah kendaraan listrik yang mengisi daya berkisar 5 hingga 10 unit per hari.

Namun saat arus mudik, jumlah tersebut meningkat signifikan. “Pada masa mudik Lebaran, jumlah kendaraan yang melakukan pengisian daya bisa melampaui hari normal dan mayoritas pengguna berasal dari luar Kabupaten Rembang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, waktu pengisian daya hingga penuh bergantung pada kapasitas baterai masing-masing kendaraan. Namun secara umum, pengisian di SPKLU fast charging berkapasitas 25 kW membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 jam.

Menurutnya, PLN ULP Rembang saat ini menyediakan fasilitas pengisian daya untuk berbagai jenis kendaraan listrik, yakni enam unit charger untuk sepeda motor dan tiga unit charger untuk mobil. “Untuk mobil tersedia charger DC 25 kW, charger core 22 kW, dan AC 22 kW,” jelas Jati.

Selain SPKLU milik PLN, di Kabupaten Rembang juga terdapat sejumlah SPKLU milik swasta yang bekerja sama dengan Kantor Pos. Lokasinya tersebar di Kantor Pos Kragan, Rembang, Lasem, dan Pamotan.

Terkait tarif, Jati menyebut biaya pengisian daya di SPKLU PLN mengacu pada Peraturan Menteri ESDM, yakni sebesar Rp2.466 per kWh. Untuk layanan fast charging dikenakan biaya tambahan maksimal Rp25 ribu, sedangkan ultra fast charging maksimal Rp57 ribu.

Ia menambahkan, masyarakat dapat mengisi daya sesuai kebutuhan dan kemampuan, tanpa batas minimal tertentu. “Masyarakat bisa mengisi sesuai kebutuhan, bahkan dengan nominal kecil sekalipun tetap bisa dilayani,” pungkasnya. (Mif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....