PUtech Siapkan Tiga Program Studi Baru, Lulusan Dituntut Kuasai Teknologi
- 27 Jul 2026 12:37 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) terus memperkuat perannya dalam mencetak tenaga ahli konstruksi dengan menyiapkan tiga program studi baru. Rencana itu telah disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur nasional.
Direktur PUtech, Brawijaya, mengatakan kampus saat ini telah siap membuka Program D3 Sanitasi, D3 Air Minum, serta Program D4 Keselamatan Konstruksi. Namun, pembukaan ketiga program studi tersebut masih menunggu izin dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
"Sebetulnya kita sudah sangat siap. Tinggal menunggu izin dari Kemendikbud Saintek. Rencananya tahun ini sudah ingin menerima mahasiswa baru untuk tiga program studi tersebut," kata Brawijaya usai Sidang Senat Terbuka yang digelar di Auditorium Soejono Sosrodarsono, Kampus 2 PUtech, Semarang, Senin 27 Juli 2026.
Menurutnya, ketiga program studi itu dibutuhkan untuk menjawab tantangan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks, khususnya pada sektor sanitasi, penyediaan air minum, dan keselamatan kerja konstruksi.
Selain menambah program studi, PUtech juga terus memperkuat pembelajaran berbasis praktik. Sebanyak 70 persen proses belajar dilakukan melalui praktik, sedangkan 30 persen teori. Dari porsi teori tersebut, sebagian besar diisi oleh praktisi industri, dosen tamu dari berbagai perguruan tinggi, serta pelaku jasa konstruksi.
Mahasiswa juga diwajibkan mengikuti program magang selama enam bulan di proyek-proyek nyata. Bahkan, sebagian mahasiswa pernah ditempatkan di wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara untuk terlibat langsung dalam pekerjaan konstruksi.
"Mereka bukan sekadar magang, tetapi bekerja bersama kontraktor di lapangan. Ada yang menggambar, mengawasi pekerjaan, bahkan memperoleh penghasilan selama mengikuti program tersebut," ujarnya.
Brawijaya menambahkan, kampus juga terus melengkapi fasilitas laboratorium dengan peralatan modern. Termasuk, wave maker yang mendukung pembelajaran teknik pantai dan kelautan.
Di sisi lain, ia mengakui minat calon mahasiswa masih didominasi Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung. Padahal, kebutuhan tenaga ahli pada bidang sumber daya air dinilai semakin besar.
"Kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami bahwa semua bidang infrastruktur memiliki peluang kerja yang sama besar. Bahkan, sektor sumber daya air akan menjadi kebutuhan utama ke depan," katanya.
Brawijaya juga mengungkapkan, tingkat serapan lulusan PUtech tergolong tinggi. Berdasarkan hasil tracer study, sebanyak 52 persen lulusan telah bekerja dalam waktu kurang dari tiga bulan setelah wisuda dan meningkat menjadi 92 persen dalam enam bulan, bahkan, sejumlah lulusan telah bekerja di luar negeri, salah satunya di Taiwan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....