Dosen Untidar Magelang Kembangkan Tekonologi Pengolah Daun Jadi Sumber Energi

  • 23 Mar 2026 14:00 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Tidar (Untidar) Magelang
  • Universitas Negeri Tidar (Untidar) Magelang
  • Gasification on Demand ( Gasmod)
  • Teknologi gasifikasi
  • Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse, Recycle (TPS3 R) Rusunawa Potrobangsan

RRI.CO.ID, Kota Magelang: Dosen Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Arief Rahman Saleh, berhasil mengembangkan teknologi inovatif yang mampu mengubah daun kering menjadi gas energi. Temuan ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam menangani permasalahan sampah organik di wilayah perkotaan.

Temuan yang diberi nama Gasification on Demand atau Gasmod merupakan teknologi pengolahan sampah organik menjadi gas energi. Inovasi ini secara spesifik dirancang untuk mengurangi tumpukan sampah dedaunan kering yang selama ini sering kurang teroptimalkan pengelolaannya.

“Teknologi gasifikasi ini dikembangkan bertujuan mengubah sampah organik kering menjadi energi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Teknologi ini sebagai solusi pengelolaan sampah ramah lingkungan sekaligus sumber energi alternatif bagi masyarakat,“ kata Dosen Fakultas Teknik Untidar, Arief Rahman Saleh, Minggu 22 Maret 2026.

Arif mengatakan, temuan tersebut juga sebagai salah satu langkah untuk mengurangi volume sampah, utamanya dedauan kering dari sejumlah taman yang ada di Kota Magelang. Selain itu, hasil dari energi yang dihasilkan dari sampah daun kering tersebut dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan gas dan listrik untuk masyarakat.

Menurutnya, pada tahap awal ini energi yang dihasilkan dari pengolahan sampah digunakan uyntuk menyuplai kebutuhan energi di Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse, Recycle (TPS3 R) Rusunawa Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.

Ia menambahkan, proses pengolahan sampah daun menjadi energy baru terbarukan tersebut melalui beberapa tahapan. Tahapan tersebut mulai dari pengeringan daun hingga proses konversi termokimia dalam satu reactor.

“Dengan teknologi gasifikasi ini, sampah yang selama ini menjadi masalah bisa menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.Baik untuk mengurangi jumlah sampah maupun sebagai alternatif sumber energi bagi masyarakat,” jelasnya.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Penanganan Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup Kotya Magelang, Widodo mengatakan, teknologi yang dikembangkan dosen Untidar Magelang tersebut sangat diperlukan,. Karena bisa membantu menyelesaikan persoalan sampah perkotaan.

"Sampah itu mau diapakan? Apakah hanya ditumpuk di TPA atau bisa dikelola dengan teknologi dan memberi manfaat," ujarnya.

Ia menilai, teknologi ini sangat dibutuhkan untuk membantu menyelesaikan persoalan sampah perkotaan. Utamanya, sampah kering yang selama ini banyak dihasilkan dari pohon-pohon yang ada di sejumlah taman di Kota Magelang.

“Teknologi ini mengolah sampah kering seperti daun dan ranting menjadi gas yang jauh lebih bermanfaat. Misalnya, untuk penerangan atau kebutuhan energi lainnya,”ujarnya

Melalui terknologi ini diharapkan bisa menjadi solusi praktis dalam pengelolaan sampah. Selain itu,memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....