Workshop Universitas Semarang Tekankan Pentingnya Dosen Kuasai Jurnalistik

  • 12 Mar 2026 09:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Universitas Semarang (USM) menggelar Workshop Jurnalistik Digital guna meningkatkan kemampuan dosen dan tenaga kependidikan dalam menulis berita dan artikel populer. Kegiatan ini menekankan pentingnya penguasaan keterampilan jurnalistik bagi dosen untuk mendukung publikasi kegiatan akademik.

Workshop yang digelar pada 11 Maret 2026 tersebut diikuti 30 peserta yang terdiri dari 20 dosen dan 10 tenaga kependidikan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) USM. Peserta mendapatkan materi dari Ketua News Pool USM, Drs. Ahmad Muhaimin, S.I.Kom., M.Pd., M.H.

Dekan FTP USM Prof. Dr. Rohadi, M.P. mengatakan, kegiatan ini bertujuan menambah pengetahuan dosen dan tenaga kependidikan dalam menulis artikel populer maupun berita yang layak dipublikasikan di media. “Kegiatan ini sangat penting, karena para dosen FTP selain memiliki tugas melakukan penelitian juga melakukan pengabdian kepada masyarakat yang kegiatannya perlu dipublikasikan ke media,” ujarnya.

Ia berharap melalui pelatihan tersebut minat dosen FTP untuk menulis artikel populer maupun berita semakin meningkat. Dengan demikian, berbagai kegiatan akademik dapat diketahui masyarakat luas.

Dalam pemaparannya, Muhaimin menjelaskan, penulisan rilis berita harus mengikuti kaidah jurnalistik. Salah satunya adalah menyusun kalimat yang jelas dan tidak bertele-tele serta menghindari opini dalam penulisan berita.

“Teks berita adalah tulisan yang menyajikan informasi mengenai peristiwa atau kejadian yang sedang atau baru saja terjadi. Berita harus bersifat faktual, aktual, dan objektif,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, penulisan berita harus memenuhi prinsip 5W+1H, yaitu what, where, when, who, why, dan how. Tujuannya agar informasi yang disampaikan kepada pembaca lengkap dan mudah dipahami.

Selain itu, ia menjelaskan, struktur berita terdiri dari judul, lead, dan isi berita yang disusun secara sistematis. Dengan mengikuti kaidah tersebut, berita dapat memberikan informasi yang jelas dan menarik bagi pembaca.

Muhaimin menuturkanm berita tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga memiliki fungsi edukasi, kontrol sosial, hiburan, serta dapat membentuk opini publik. “Melalui berita, masyarakat bisa memperoleh pengetahuan dan wawasan baru, membantu pengambilan keputusan, meningkatkan kesadaran sosial, serta melatih kemampuan berpikir kritis,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....