Rektor USM: Tata Kelola Modern dan AI Jadi Arah Pengembangan Kampus

  • 06 Agt 2026 20:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Universitas Semarang (USM) terus mempercepat transformasi kelembagaan dengan mengadopsi tata kelola modern yang didukung pemanfaatan teknologi digital dan artificial intelligence (AI). Langkah tersebut ditegaskan Rektor USM, Dr. Supari, M.T., usai melantik pejabat struktural di lingkungan kampus, Kamis, 6 Agustus 2026.

Pelantikan meliputi pejabat di tingkat direktorat, manajer, dan supervisor. Hal ini menjadi bagian dari pembenahan organisasi agar semakin adaptif dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan tinggi.

Rektor USM mengatakan pergantian pejabat merupakan proses yang wajar dalam sebuah organisasi. Selain menjaga kesinambungan kepemimpinan, penyegaran struktur juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas tata kelola institusi.

"Alhamdulillah, baru saja dilaksanakan pelantikan pejabat struktural di Universitas Semarang. Ini pelantikan pejabat struktural di level Direktorat, Manager, Supervisor di bawah Wakil Rektor. Alhamdulillah berjalan dengan baik," ujarnya.

Menurut Supari, pembaruan organisasi harus diiringi dengan perubahan sistem kerja yang lebih modern. Tujuannya agar kampus mampu merespons tantangan pendidikan yang terus berkembang.

"Untuk keberlanjutan organisasi selalu ada pembaruan-pembaruan, pergantian-pergantian pejabat struktural. Siapapun yang menjabat pada saatnya akan digantikan oleh pejabat yang selanjutnya," katanya.

Ia menjelaskan, arah pengembangan USM ke depan akan bertumpu pada tata kelola berbasis teknologi. Hal ini termasuk pemanfaatan AI untuk mendukung proses pembelajaran, layanan akademik, hingga pengelolaan kampus secara menyeluruh.

"USM akan dikelola dengan tata kelola yang modern. Didukung oleh kemajuan teknologi, dengan penggunaan artificial intelligence dan perangkat-perangkat yang mendukung smart learner, termasuk sarana-prasarana yang cerdas juga," jelasnya.

Supari berharap transformasi tersebut mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif sekaligus meningkatkan kualitas lulusan agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga riset yang mampu menjawab berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat.

"Harapannya ke depan USM akan semakin meningkatkan mutunya serta memperkuat relevansi antara proses pembelajaran di kampus dengan kebutuhan riil di masyarakat. Dengan begitu, lulusan maupun hasil riset yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....