Undip Terjunkan 50 Mahasiswa Lokasi Bencana Banjir di Sumetera Barat
- 13 Feb 2026 10:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang: Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) mengirimkan puluhan mahasiswa ke wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat. Langkah ini merupakan respon atas bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Program bertajuk "Mahasiswa Berdampak dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera" ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 10 Februari hingga 10 Maret 2026. Inisiatif tersebut berada di bawah koordinasi Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Sebanyak 50 mahasiswa yang tergabung dalam tim Mahasiswa Hadir Mengabdi dan Berkontribusi Nyata untuk Ketahanan Indonesia (Mahabhakti ) memfokuskan kegiatan di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Lokasi ini menjadi prioritas karena termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan bencana hidrometeorologi yang signifikan.
Ketua LPPM UNDIP, Prof. Dr.Ing. Ir. Suherman, menegaskan kehadiran mahasiswa di lapangan bukan sekadar kunjungan formal. Pihak universitas menuntut adanya solusi nyata yang dapat diterapkan langsung oleh warga terdampak.
“Program mahasiswa berdampak ini dirancang untuk memastikan kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak bersifat seremonial, melainkan memberikan dampak berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas disiplin, mahasiswa kami dorong untuk menghadirkan solusi yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pascabencana,” ujarnya dalam rilis Kamis 12 Februari 2026.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana Kegiatan, Dr. Ir. Fahmi Arifan, menjelaskan tim telah menyiapkan strategi khusus untuk mendukung kemandirian warga pascabencana. Fokus utama tim adalah perbaikan sanitasi dan penguatan sektor pangan.
“Kegiatan ini kami beri nama Mahabhakti, Penguatan dan Integrasi Pengelolaan Air Bersih Berbasis Masyarakat dan Pertanian Padi sebagai Strategi Ketahanan Pangan Pascabencana di Agam, Sumatera Barat,” ujarnya
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mengintegrasikan keahlian mahasiswa dari berbagai fakultas di UNDIP. Sinergi lintas ilmu ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan infrastruktur air bersih dan mengembalikan produktivitas lahan pertanian padi yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat.
Wali Nagari Salareh Aia, Rijal Islami T. mengapresiasi keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan semangat baru bagi masyarakat yang tengah bangkit dari dampak bencana.
“Program ini sangat membantu, terutama dalam peningkatan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....