Dies Natalis ke-45, Civitas Akademika UPGRIS Ziarah ke Makam Pendiri, Mantan Rektor
- 09 Jul 2026 07:59 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID.Semarang – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar ziarah ke makam para pendiri serta mantan rektor yang telah berjasa membangun dan mengembangkan kampus. Kegiatan dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-45 tersebut dilaksanakan pada Selasa 7 Juli 2026. Langkah ini menjadi wujud penghormatan atas dedikasi para tokoh pendidikan yang telah meletakkan fondasi kuat bagi kemajuan universitas.
Suasana penuh khidmat mewarnai kegiatan keagamaan dan penghormatan yang dilaksanakan di tiga lokasi utama di Kota Semarang. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal, kompleks pemakaman umum Bergota, dan kompleks makam Universitas Diponegoro (Undip) di kawasan Tembalang.
Rektor UPGRIS Sapto Budoyo menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang universitas yang kini memasuki usia hampir setengah abad. Ziarah bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk mengenang sekaligus menghargai jasa para pendahulu yang telah mengabdikan hidupnya bagi dunia pendidikan.
"Melalui ziarah ini kami ingin mengenang, mendoakan, sekaligus memberikan penghormatan kepada para pendiri dan mantan rektor yang telah membangun pondasi kokoh bagi perkembangan UPGRIS hingga menjadi seperti sekarang," ujarnya saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatan.
Di kompleks makam Undip Tembalang, rombongan melakukan doa bersama di makam Taruna, S.H., mantan Ketua STKIP yang pernah memimpin kampus ketika masih bernama IKIP PGRI. Sosok Taruna dinilai memiliki peran historis yang sangat krusial dalam perjalanan awal institusi. Dedikasinya berhasil membawa lembaga ini berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Jawa Tengah.
Perjalanan ziarah kemudian dilanjutkan menuju kompleks pemakaman Bergota untuk mendoakan para pemimpin terdahulu. Di lokasi tersebut, civitas akademika UPGRIS berziarah ke makam tiga mantan rektor, yakni Prof. Drs. Sugijono, M.Sc., Prof. Drs. Satmoko, dan Drs. Thomas Sabar Adiutomo. Ketiganya dikenal sebagai tokoh sentral yang memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan akademik maupun kelembagaan universitas.
Rektor UPGRIS menegaskan bahwa semangat perjuangan para pendahulu harus terus diwariskan kepada seluruh generasi penerus kampus. Nilai pengabdian, integritas, serta dedikasi tinggi dari para tokoh tersebut diharapkan menjadi sumber inspirasi utama. Komitmen ini diperlukan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat inovasi, dan membawa kampus semakin berdaya saing.
"Semangat para tokoh pendidikan ini patut menjadi teladan bagi seluruh sivitas akademika. Kami berharap nilai-nilai perjuangan mereka mampu memotivasi seluruh keluarga besar UPGRIS untuk terus berkarya, meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus memperluas kepercayaan masyarakat sehingga jumlah mahasiswa terus bertambah," katanya.
Rangkaian kegiatan ini tidak hanya berpusat di Kota Semarang, melainkan juga meluas ke daerah lain di Jawa Tengah. UPGRIS telah menjadwalkan kunjungan khusus ke Kabupaten Banjarnegara untuk berziarah ke makam Dr. Sulistyo, M.Pd. Almarhum merupakan mantan rektor yang dikenal luas memiliki visi besar dan progresif dalam membangun fondasi modern universitas.
Menurut Sapto Budoyo , Dr. Sulistyo tidak hanya berkontribusi bagi kemajuan internal universitas, tetapi juga aktif memperjuangkan hak-hak guru di tingkat nasional. Kiprahnya dinilai sangat besar melalui organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) serta memberikan sumbangsih nyata bagi regulasi kemajuan pendidikan nasional.
"Beliau bukan hanya sosok penting bagi perjalanan UPGRIS, tetapi juga pejuang pendidikan Indonesia. Kiprah beliau dalam membela guru dan memajukan dunia pendidikan menjadi inspirasi yang terus kami lanjutkan hingga saat ini," ungkap Sapto
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....