Gandeng Dewan Energi Nasional, Undip Dorong Transisi Energi Bersih

  • 12 Feb 2026 19:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Universitas Diponegoro(Undip) menggandeng Dewan Energi Nasional untuk mendorong percepatan transisi energi bersih. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Sarasehan Energi yang digelar di Gedung ICT Centre Lantai 5 Kampus Undip Tembalang, Rabu, 11 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi forum akademik untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga riset di sektor energi. Sarasehan diharapkan menghasilkan gagasan ilmiah dan rekomendasi kebijakan dalam mendukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional.

Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menyebut kerja sama ini sebagai langkah awal memperkuat peran kampus dalam agenda energi nasional.

“Undip telah memanfaatkan energi dari air Waduk Undip, lampu Bohlam produksi Vokasi Undip yang hemat energi, dan lain-lain. Sehingga mendapatkan apresiasi dari Pak Menteri Dikti Saintek,” ungkap Prof Suharnomo dalam siaran pers, Kamis 12 Februari 2026.

Ia juga menegaskan komitmen kampus sebagai Kampus Zero Waste yang tidak menyumbang sampah ke Kota Semarang. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Anggota Dewan Energi Nasional, Dr. Ir. Satya Widya Yudha, menyampaikan, sarasehan ini menjadi ruang strategis menyosialisasikan arah kebijakan energi nasional. Menurutnya, Undip dipilih sebagai salah satu kampus yang dikunjungi dalam rangkaian diskusi nasional.

“Mudah-mudahan di diskusi ini akan ada informasi tentang arah kebijakan energi melalui dan strategi energi. Tentunya sesuai dengan arahan bapak presiden,” ucap Dr Satya.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Dr. Ir. Dadan Kusdiana, memaparkan arah kebijakan energi nasional menuju Net Zero Emission 2060. Kebijakan tersebut menekankan kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan energi.

“Kita ingin menjadi negara yang maju di tahun 2045, tentunya banyak indikator salah satunya energi bersih. Jika indikator tidak terpenuhi maka belum dikatakan negara maju,” ucap Dr. Dadan Kusdiana.

Ia menjelaskan, target peningkatan bauran energi baru terbarukan hingga 70–72 persen pada 2060. Strateginya mencakup penguatan pendanaan, kolaborasi lintas sektor, elektrifikasi, efisiensi energi, serta pengembangan teknologi rendah karbon.

Pada sesi berikutnya, Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani memaparkan penyelarasan kebijakan ketenagalistrikan nasional menuju Net Zero Emisi 2060. Strategi tersebut meliputi pengembangan infrastruktur listrik, teknologi rendah karbon, serta peran perguruan tinggi dalam riset dan inovasi.

“Harapannya adik-adik menjadi generasi masa depan yang konkret dan menjadi agen perubahan. Sehingga, punya PR dalam pengelolaan energi masa depan menuju Indonesia Emas 2045 dan Net Zero Emisi 2060,” ucap Sripeni.

Melalui sarasehan ini, Undip menegaskan komitmennya sebagai kampus yang bermartabat dan bermanfaat. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat transisi energi bersih menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....