Sosialisasi Anti Radikalisme, Siswa Diminta Lebih Kritis
- 12 Feb 2026 14:21 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Sosialisasi bahaya intoleransi, radikalisme, dan terorisme di SMA Negeri 6 Semarang mendorong siswa untuk lebih berpikir kritis. Kegiatan yang digelar Selasa, 10 Februari lalu itu dinilai memberi pemahaman agar pelajar tidak mudah terjerumus.
Ketua OSIS SMA Negeri 6 Semarang, Raditya Rayhan, mengatakan para siswa mendapat pemahaman tentang bahaya sikap tidak menerima perbedaan. Sikap tersebut, menurutnya, dapat membuat seseorang merasa hanya satu pandangan yang benar dan sulit menghargai orang lain.
Ia menjelaskan paham radikalisme bisa masuk secara halus melalui pergaulan dan media sosial. Konten digital yang provokatif juga dinilai berpotensi memengaruhi pelajar.
Adit, sapaan akrabnya, menyebut pesan utama sosialisasi adalah agar siswa tidak mudah terprovokasi ajakan kebencian dan kekerasan. Pelajar juga diingatkan untuk menjaga nilai toleransi, persatuan, dan bersikap kritis terhadap informasi.
"Jadi kami itu enggak cuman menerima informasi tapi juga diajak untuk ya berpikir kritis gitu. Dan yang pastinya memahami pentingnya sikap toleran terbuka dan saling menghargai di lingkungan sekolah," ujarnya saat diwawancarai RRI, Rabu 11 Februari 2026.
Menurutnya, pendidikan anti radikalisme penting diberikan sejak usia sekolah karena masa remaja adalah fase pencarian jati diri. Dengan bekal nilai kebangsaan dan toleransi, pelajar dinilai lebih kuat menghadapi pengaruh negatif dari luar.
Sebagai tindak lanjut, OSIS SMA Negeri 6 Semarang berencana menggelar diskusi literasi digital. Mereka juga akan membuat majalah dinding bertema toleransi dan kebangsaan.
"OSIS di sekolah saya itu berperan sebagai ya penggerak kegiatan positif di sekolah. Jadi penting kalau sejak dini itu kita sudah dibekali nilai kebangsaan, toleransi gitu, maka kita akan lebih kuat menghadapi pengaruh dari negatif dari luar," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....