Riset IoT dan Blockchain, Dosen USM Deteksi Anomali Listrik
- 27 Jan 2026 14:12 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Dosen Universitas Semarang, Saiful Hadi, ST, MKom mengembangkan riset integrasi Internet of Thing(IoT), machine learning, dan blockchain untuk mendeteksi anomali penggunaan listrik. Penelitian ini menawarkan sistem pemantauan energi yang aman, transparan, dan berkelanjutan.
Riset tersebut dipertahankan Saiful dalam sidang promosi doktor di Universitas Diponegoro, Senin, 26 Januari 2026. Dosen Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) USM itu resmi meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya.
Riset ini membahas persoalan penyalahgunaan listrik dan inefisiensi energi yang masih terjadi di berbagai negara. Kondisi tersebut dinilai menyebabkan kerugian ekonomi dalam skala besar.
Sistem ini menggunakan smart meter berbasis IoT untuk merekam konsumsi listrik secara real time. Data kemudian dianalisis menggunakan algoritma machine learning LightGBM.
“Smart meter IoT digunakan untuk memantau data penggunaan listrik secara real-time. LightGBM mengklasifikasikan anomali secara efisien dengan presisi tinggi,” ungkap Saiful melalui keterangan tertulis.
Ia mengatakan, inovasi utamanya adalah penggunaan blockchain untuk pencatatan anomali yang terdesentralisasi meningkatkan kepercayaan masyarakat dikarenakan data tersimpan dengan aman dan transparan. “Blockchain secara permanen menyimpan data konsumsi listrik, memberikan catatan anomali yang dapat diverifikasi,” ucapnya.
Saiful menjelaskan, pemanfaatan dasbor IoT interaktif digunakan untuk memantau pola konsumsi energi. Sistem ini membantu pengguna merespons anomali secara cepat dan efisien.
Pendekatan tersebut dinilai meningkatkan keamanan jaringan energi listrik berkelanjutan. Sistem juga mendukung pengelolaan energi berbasis teknologi cerdas dan transparan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....