Bupati Kendal Ikut Tradisi Weh-wehan di Kaliwungu
- 21 Agt 2026 20:34 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal - Tradisi Weh-wehan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dalam bentuk saling berbagi makanan di Kaliwungu Kendal dari tahun ke tahun semakin meriah. Pasalnya, beberapa tahun ini tradisi Weh-wehan selalu dilombakan yang digelar di pusat keramaian di sekitar Masjid Agung Al Muttaqin Kaliwungu.
Lomba Weh-wehan yang diadakan oleh Takmir Masjid Al Muttaqin Kaliwungu digelar di area parkir Alun-alun Kaliwungu pada Jumat 21 Agustus 2026. Lomba dibuka oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, yang mengawali pemberian makanan Weh-wehan dari Bupati.
Tradisi Weh-weahan diperkirakan sejak abad ke-15 bersamaan dengan masuknya agama Islam di Kaliwungu untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Pada mulanya, setiap tanggal 11 Robiul Awal atau menjelang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, masing-masing rumah membagikan makanan, berupa jajanan atau minuman tradisional, seperti klepon, ketan, sumpil, kolak dan lainnya.
Lomba Weh-wehan diikuti perwakilan masing-masing desa, pondok pesantren dan madrasah. Masing-masing kelompok peserta menyajikan makanan tradisional yang mengundang rasa.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari berharap, tradisi Weh-wehan di Kaliwungu harus dipertahankan. Pasalnya tradisi Weh-wehan merupakan warisan leluhur yang tak ternilai harganya.
"Sudah menjadi kewajiban kita untuk melestarikan tradisi Weh-wehan ini, karena tujuannya sangat bagus, sebagai bentuk kepedulian sosial, saling berbagi, juga wujud syukur dan cinta kepada Nabi Muhammad solallahu alaihi wasallam, sekaligus sebagai sarana silaturahmi antar warga," jelasnya.
Zumronah dan Malihah bersama rombongan ibu-ibu warga Desa Mororejo Kaliwungu datang untuk memberikan support kepada peserta dari desanya. Harapannya, lomba Weh-wehan terus digelar, karena untuk melestarikan budaya khas Kaliwungu. "Harapan ke depan ya makin ramai dan makin banyak pesertanya," ujarnya. (FR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....