Manasik Haji di Kudus, Calon Jemaah Tanyakan Keamanan Timur Tengah
- 23 Apr 2026 18:24 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus — Sejumlah calon jemaah haji asal Kudus menyoroti aspek keamanan perjalanan ke Tanah Suci dalam kegiatan manasik haji yang digelar Jam’iyyatul Hujjaj Kudus(JHK)/Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia(IPHI) Kudus. Menanggapi hal itu, panitia memastikan bahwa skema perjalanan yang disiapkan pemerintah dalam kondisi aman.
Kegiatan yang difasilitasi Panitia Pendalaman Pemberangkatan dan Pemulangan Haji(P4H) JHK/IPHI Kudus ini menjadi wadah bagi jemaah untuk memperdalam pemahaman sekaligus menyampaikan berbagai pertanyaan. Salah satunya terkait situasi keamanan di kawasan Timur Tengah menjelang musim haji.
Ketua P4H JHK/IPHI Kudus, Deka Hendratmanto, mengatakan kekhawatiran tersebut muncul dalam sesi tanya jawab bersama para kiai. Antusiasme jemaah terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama kegiatan berlangsung.
"Pada saat sesi tanya memang ada pertanyaan dari para calon jamaah terkait kondisi keamanan di Timur Tengah. Namun kami percaya pemerintah sudah memiliki skema penerbangan yang aman, " ucapnya, Kamis, 23 April 2026.
Selain isu keamanan, kegiatan manasik juga difokuskan pada pendalaman materi ibadah haji. Materi mencakup rukun, wajib, hingga teknis pelaksanaan ibadah yang harus dipahami jemaah.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari dengan konsep kombinasi teori dan praktik lapangan. Dua hari pertama diisi materi di dalam ruangan, sedangkan hari ketiga dilakukan simulasi manasik menyerupai kondisi di Tanah Suci.
Dalam simulasi tersebut, Gedung JHK difungsikan sebagai Arafah dan Gedung DPRD sebagai lokasi jumrah. Selanjutnya, jemaah berjalan menuju Alun-alun Kudus yang dianalogikan sebagai Masjidil Haram.
Menurut Deka, simulasi ini bertujuan untuk memantapkan kesiapan jemaah secara menyeluruh. Namun, peran utama pembimbing tetap berada pada masing-masing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Tahun ini, jumlah calhaj Kudus mencapai sekitar 2.200 orang termasuk petugas kloter dan Petugas Haji Daerah. Dari jumlah tersebut, jemaah perempuan mendominasi dengan persentase sekitar 55 persen.
Dari sisi kesehatan, secara umum kondisi jemaah dinilai baik menjelang keberangkatan. Meski demikian, panitia tetap mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran fisik mengingat suhu di Tanah Suci dapat mencapai 40 derajat Celsius.
Sebagian besar jemaah Kudus dijadwalkan berangkat pada gelombang pertama menuju Madinah. Kesempatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menjalankan ibadah arbain di Masjid Nabawi.
Salah satu calon jemaah, Sumiatun, mengaku telah menyiapkan diri sejak lama untuk menunaikan ibadah haji. Ia bahkan rutin menjaga kebugaran dengan berjalan kaki menjelang keberangkatan.
“Saya daftar haji sejak tahun 2012, Alhamdulillah bisa berangkat ke tanah suci tahun ini. Untuk menjaga kebugaran tubuh, saya sering jalan kaki di luar rumah dan melatih kaki saya,” ujar Sumiatun. (RK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....