Kesiapan Haji Kabupaten Pati Capai 90 Persen, 1.289 Jemaah Siap Berangkat
- 21 Apr 2026 16:23 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di Kabupaten Pati telah mencapai sekitar 90 persen. Seluruh tahapan administrasi hingga teknis keberangkatan dinyatakan hampir rampung, tinggal menunggu jadwal pemberangkatan jemaah ke Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pati, Umi Istiana, mengatakan jemaah haji asal Pati dijadwalkan berangkat pada 7 dan 8 Mei 2026. “Mereka akan tergabung dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 49 hingga 53,” ujarnya dalam dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Senin, 20 April 2026.
Secara keseluruhan, jumlah jemaah yang akan diberangkatkan mencapai 1.289 orang, termasuk petugas haji daerah (PHD). Dari lima kloter tersebut, dua di antaranya merupakan kloter gabungan dengan daerah lain, yakni Rembang dan Surakarta.
Seluruh dokumen administrasi jemaah, mulai dari pelunasan biaya, paspor, visa hingga biometrik, juga telah diselesaikan. Dengan demikian, para jemaah kini hanya menunggu panggilan masuk asrama dan proses pemberangkatan.
Selain kesiapan administrasi, aspek kesehatan menjadi perhatian utama. “Jemaah disarankan menjaga kesehatan, karena menjelang keberangkatan biasanya banyak menerima tamu sehingga bisa kurang istirahat dan berisiko drop saat berangkat,” kata Umi.
Untuk memastikan kesiapan fisik, pemantauan kesehatan dilakukan secara berjenjang melalui puskesmas di masing-masing kecamatan. Jemaah dengan riwayat penyakit maupun kategori risiko tinggi (risti) juga mendapat perhatian khusus.
“Petugas puskesmas rutin memantau kesehatan jemaah, bahkan ada tes kebugaran. Data jemaah lansia dan risiko tinggi juga kami pantau secara khusus,” ucapnya.
Selama di Arab Saudi, setiap kloter akan didampingi tenaga kesehatan, termasuk dokter dan perawat. Jemaah lansia akan diprioritaskan penempatannya agar dekat dengan petugas kesehatan untuk memudahkan pengawasan.
Kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci juga menjadi perhatian. Suhu udara diperkirakan mencapai 42 hingga 45 derajat Celsius, sehingga jemaah diimbau untuk rutin menjaga asupan cairan guna mencegah dehidrasi.
“Jemaah disarankan minum setiap satu jam sekitar 200 ml air. Di sana panas tapi tidak terasa berkeringat, sehingga berisiko dehidrasi,” ujarnya.
Di sisi kebijakan, pemerintah juga memastikan kenaikan biaya penerbangan haji tidak akan membebani jemaah. Selisih biaya tersebut ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Memang ada kenaikan biaya penerbangan. Tidak dibebankan kepada jemaah, tetapi ditanggung pemerintah,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....