Samani Tegaskan Tangkap Pelaku Penganiayaan Pelajar
- 10 Mei 2026 06:06 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus - Kasus penganiayaan dan pembacokan terhadap dua pelajar salah satu SMK Negeri di Kudus membuat prihatin semua pihak. Setelah sebelumnya diawali aksi tawuran yang melibatkan tiga SMK, yakni dua SMK swasta dan satu SMK negeri.
Aksi tawuran yang didasari dari aksi saling tantang di medsos itu berhasil dicegah oleh warga dan aparat keamanan. Namun tak berselang lama, terjadi aksi penganiayaan dan pembacokan oleh pelaku berseragam sekolah terhadap dua korban dari salah satu SMK negeri di Kudus itu.
Dalam kejadian dua korban pulang dari sekolah dihadang dua motor yang terdiri dari enam orang. Masing – masing motor berboncengan tiga orang.
Kedua korban yang berboncengan dihadang oleh enam pelaku di pertigaan Poh Dengkol, Desa Rejosari, Kecamatan Dawe. Satu korban menerima sabetan benda tajam di lengan kiri dan punggungx sedangkan korban kedua dianiaya tidak jauh dari tempat korban pertama disabet dengan senjata tajam.
Dalam kejadian itu korban yang terkena sabetan senjata tajam dilarikan ke RSUD Kudus untuk menerima perawatan serius. Sedangkan korban satunya sempat dirawat di Puskesmas Rejosari namun sudah diperbolehkan pulang.
Sementara itu Bupati Kudus Samani Intakoris, Sabtu, 9 Mei 2026 menyempatkan membezuk korban di RSUD dr. Loekmonohadi. Usai membezuk korban, Samani menegaskan pelaku harus segera ditangkap.
“Hari ini saya membezuk mas Izzam yang menjadi korban kekerasan di daerah desa Rejosari. Alhamdulillah kondisinya sudah membaik dan semoga pelakunya segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya,” ujarnya.
Samani juga mengimbau kepada orang tua, guru dan sekolah untuk memantau anak – anaknya. Jangan sampai Kudus yang dikenal sebagai Kota Santri dan kota religi malah diwarnai dengan aksi tawuran antar pelajar.
‘Dalam waktu dekat kami akan rapat koordinasi dengan semua pihak agar kejadian serupa tidak terjadi lagi kedepan. Apalagi ini sudah mulai kelulusan, jangan ada konvoi dan bisa diarahkan ke bersih – bersih massal atau lainnya yang lebih bermanfaat,” tuturnya.
Sementara itu kuasa hukum korban, Yusuf Istanto mengatakan, semalam sudah dihubungi pihak keluarga untuk mendampingi. Korban tidak kenal pelaku.
Dari enam pelaku dengan berboncengan dua motor, lima pelaku berseragam sekolah dan satu mamakai pakaian bebas. Koordinasi dengan Polres Kudus telah dilakukan agar pelaku segera ditangkap.
"Kami juga telah koordinasi dengan pihak Dinsos Kudus agar memberikan trauma healing kepada korban. Sedangkan untuk biaya pengobatan ditanggung oleh Pemkab Kudus melalui BPJS Kesehatan. Korban sendiri masih duduk di kelas X dan tidak tahu apa – apa terkait kasus tawuran sebelumnya,” tandas Yusuf. (RK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....