Test Drive BYD M6 Cross DM Semarang-Kopeng, Gesit di Tanjakan, Irit di Kantong

  • 16 Jun 2026 12:49 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Jalur menanjak menuju Kopeng menjadi ajang pembuktian bagi BYD M6 Cross DM. Hasil uji coba menunjukkan kendaraan berteknologi Dual Mode tersebut tidak hanya responsif saat menghadapi tanjakan, tetapi juga menawarkan efisiensi tinggi untuk rute Semarang-Kopeng-Semarang.

Kesempatan itu dirasakan langsung perwakilan jurnalis dari RRI Semarang, Lucky Setiawan saat mengikuti sesi test drive BYD M6 Cross Dual Mode (DM) bersama PT BYD Motor Indonesia, Senin, 15 Juni 2026. Dengan membawa beban setara empat orang dewasa, perjalanan dimulai dari Semarang melintasi jalan tol, menuju kawasan Kopeng, kemudian kembali ke Semarang.

Untuk perjalanan pulang-pergi tersebut, BYD M6 Cross DM hanya menghabiskan sekitar 1,5 liter bahan bakar dan energi listrik sebesar 14 kWh atau jika dikonversikan ke biaya operasional, total pengeluaran energi hanya sekitar Rp58 ribu. Efisiensi tersebut menjadi bukti nyata bagaimana teknologi Dual Mode (DM) yang menggabungkan tenaga listrik dan mesin bensin mampu bekerja secara optimal dalam berbagai kondisi perjalanan.

Dari balik kemudi, kesan pertama yang langsung terasa adalah kenyamanan suspensinya. Saat melintasi jalan bergelombang maupun sambungan beton di ruas tol, suspensi mampu meredam getaran dengan sangat baik.

Karakter bantingannya cenderung empuk tanpa mengurangi kestabilan kendaraan. Tingkat kekedapan kabin juga menjadi keunggulan BYD M6 Cross DM.

Suara dari luar kendaraan mampu diredam dengan baik. Suasana di dalam mobil tetap tenang, bahkan saat melaju dengan kecepatan tinggi di jalan tol.

Meski berstatus kendaraan elektrifikasi, performa yang ditawarkan tidak bisa dianggap remeh. Akselerasi terasa responsif sejak pedal gas diinjak.

Tenaga langsung tersedia tanpa jeda. Hal ini membuat proses menyalip kendaraan lain maupun berakselerasi di jalan bebas hambatan terasa mudah.

Ketika memasuki jalur menanjak menuju Kopeng, BYD M6 Cross DM menunjukkan kemampuannya. Respons tenaga tetap terjaga dengan baik di tanjakan panjang maupun tikungan menanjak.

Saat kondisi lalu lintas mengharuskan kendaraan berhenti dan berjalan kembali (stop and go) di tanjakan, tidak ditemukan kendala berarti. Mobil mampu bergerak kembali dengan mulus tanpa gejala kehilangan tenaga.

Pengujian handling juga dilakukan melalui manuver zig-zag dan putaran balik. Hasilnya, bodi kendaraan tetap stabil dan tidak menunjukkan gejala limbung berlebihan. Penumpang di dalam kabin tetap merasa nyaman meskipun kendaraan diajak bermanuver cepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....