Kementerian UMKM Dorong Penguatan Ekosistem Kewirausahaan di Jateng

  • 07 Okt 2026 15:23 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong penguatan ekosistem kewirausahaan di Jawa Tengah melalui kolaborasi pemerintah, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza mengatakan, pengembangan UMKM harus dimulai dari mencetak wirausaha baru, khususnya dari kalangan generasi muda.

Setelah itu, pelaku usaha perlu mendapatkan dukungan pembiayaan, pemasaran, pendampingan hingga akses teknologi. Hal tersebut disampaikan Helvi dalam kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Tengah di Muladi Dome Tembalang, Semarang, Rabu 7 Oktober 2026.

"Menumbuhkembangkan UMKM itu tidak lepas daripada dimulainya dengan mencetak wirausaha baru, khususnya di kalangan muda. Kemudian, bertumbuh dengan memberikan fasilitas pembiayaan, pemasaran dan pendampingan," ujarnya.

Menurutnya, UMKM juga harus mampu naik kelas agar tidak hanya bertahan pada pola usaha tradisional. Persaingan yang semakin ketat, baik di tingkat domestik, regional maupun global, menuntut pelaku UMKM memanfaatkan teknologi.

Helvi menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis karena menjadi pusat pengembangan dan penerapan teknologi. Sementara pemerintah daerah dinilai memahami potensi, kekayaan, serta karakteristik ekonomi dan budaya di wilayahnya.

"Untuk menaikkan kelas itu mustahil kalau kita masih berpegangan kepada cara-cara tradisional. Kekuatan UMKM sendiri dihadapkan kepada persaingan domestik yang semakin ketat, regional, termasuk global, tentu saja untuk menaikkan kelas ini butuh sentuhan teknologi," katanya.

Ia menjelaskan, sinergi antara Kementerian UMKM, pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi tiga kekuatan utama dalam membangun ekosistem UMKM. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan wirausaha baru sekaligus mendorong usaha yang sudah berjalan agar berkembang dan mampu menembus pasar lebih luas.

Helvi juga menekankan pentingnya kemitraan antarpelaku usaha. Pengusaha besar diharapkan dapat membimbing usaha menengah, sementara usaha menengah membina usaha kecil dan usaha kecil membantu penguatan usaha mikro.

"Kami berharap munculnya wirausaha baru. Kemudian terus tumbuh, berkembang dan siap untuk bertarung di pasar domestik maupun global," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Helvi menyebut penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah telah mencapai Rp42,8 triliun kepada 760.477 debitur. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp25,5 triliun disalurkan untuk sektor produksi.

Ia mengatakan, pembiayaan sektor produksi menjadi perhatian karena memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja. "Jadi kami memang diarahkan untuk sektor produksi, sudah mencapai sekitar 65 persen, di situlah banyak penciptaan lapangan kerja," ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof. Dr. Suharnomo menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan kementerian, lembaga pembiayaan, regulator dan perguruan tinggi dalam satu forum dapat membantu pelaku UMKM menyelesaikan berbagai persoalan.

Ia menyebut, dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM dapat memperoleh akses pitching, bertemu investor dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), sekaligus mendapatkan informasi terkait perizinan dari BPOM dan Barantin. "Bisa solve, kemudian sambil kita bisa mendiskusikan banyak hal," kata Suharnomo.

Suharnomo menambahkan, Undip memiliki sejumlah program inkubasi yang dapat dikembangkan menjadi jejaring pembinaan UMKM. Kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai lembaga diharapkan membuat pendampingan UMKM lebih berkelanjutan.

"UMKM ini pembinaannya tidak mudah, butuh waktu dan sustainability. Mudah-mudahan ini juga makin mendekatkan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....