Ratusan UMKM Binaan BI Jateng Unjuk Gigi di KKI 2026, Bidik Pasar Nasional-Ekspor
- 24 Agt 2026 13:40 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Ratusan UMKM binaan Bank Indonesia dari Jawa Tengah ambil bagian dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), 20–23 Agustus 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar hingga menembus pasar ekspor.
Lebih dari 100 UMKM binaan Bank Indonesia se-Jawa Tengah berpartisipasi dalam pameran tahunan tersebut, baik secara luring maupun daring. Mereka terdiri atas 41 UMKM makanan dan minuman, 52 UMKM fesyen, 9 UMKM kriya, 7 UMKM furniture dan home decor, 5 UMKM kopi, serta 1 UMKM teh.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 UMKM merupakan binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah. Sebanyak 24 UMKM mengikuti pameran secara langsung atau mengirimkan produknya, sementara 16 UMKM lainnya berpartisipasi melalui platform digital KKI 2026.
Produk-produk unggulan Jawa Tengah yang ditampilkan didominasi sektor wastra dan kriya. Beragam batik khas daerah, kerajinan berbahan daur ulang, hingga produk kreatif bernilai ekspor menjadi daya tarik tersendiri dalam pameran tersebut.
Partisipasi UMKM Jawa Tengah tidak hanya menjadi ajang promosi produk. Kehadiran mereka juga membuka peluang memperluas jejaring bisnis, meningkatkan kapasitas usaha, serta menjajaki kerja sama dengan calon pembeli dari dalam dan luar negeri.
KKI 2026 diselenggarakan Bank Indonesia sebagai bentuk komitmen memperkuat UMKM agar mampu tumbuh berkelanjutan. Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”.
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan penguatan UMKM dilakukan melalui tiga kata kunci utama, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting agar UMKM mampu menghadapi tantangan ekonomi sekaligus memperluas pasar.
“Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan,” ujar Destry saat membuka KKI 2026.
Menurutnya, daya saing UMKM harus terus diperkuat melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor. Oleh karena itu, KKI menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak untuk mendukung pertumbuhan UMKM Indonesia.
KKI 2026 merupakan penyelenggaraan ke-11 yang melibatkan sinergi 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis. Kegiatan tersebut juga didukung berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perbankan, asosiasi usaha, hingga perwakilan negara sahabat.
Selama empat hari pelaksanaan, KKI 2026 menghadirkan lebih dari 550 UMKM secara luring dan 1.300 UMKM melalui pameran daring. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 362 UMKM luring dan lebih dari 1.100 UMKM daring.
Selain pameran produk unggulan, KKI 2026 menghadirkan 44 rangkaian kegiatan. Di antaranya talkshow ekonomi dan keuangan inklusif, business matching pembiayaan dan ekspor, showcase pariwisata, hingga berbagai aktivitas interaktif yang mendukung pengembangan UMKM.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....