Pasar Makin Dinamis, Produk UMKM Harus Penuhi Prinsip 4K1H agar Bisa Bersaing
- 17 Sep 2026 12:23 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Pelaku UMKM Jawa Tengah didorong memenuhi prinsip 4K1H agar produk mampu bersaing di pasar yang semakin dinamis. Prinsip tersebut mencakup Kualitas, Kemasan, Kapasitas, Kontinuitas, serta Halal atau legalitas produk.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah(Disperindag), July Emmylia mengatakan, kebutuhan konsumen saat ini tidak lagi hanya mempertimbangkan harga dan tampilan produk. Konsumen juga mulai memperhatikan aspek kesehatan hingga dampak lingkungan dari produk yang dibeli.
Menurutnya kemasan menjadi salah satu bagian penting yang harus diperhatikan pelaku UMKM agar produk memiliki daya tarik sekaligus memberikan informasi yang jelas kepada konsumen. “Kemasan itu harus cantik, juga perlu memuat informasi seperti komposisi, fakta nutrisi, dan tanggal kedaluwarsa,” ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Selasa, 15 September 2026.
Selain kemasan, kapasitas produksi juga menjadi tantangan bagi sebagian UMKM ketika mendapatkan pesanan dalam jumlah besar. Emmy menyebut masih ada pelaku usaha yang terpaksa menolak pesanan karena kemampuan produksinya belum mencukupi.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disperindag Jateng mendorong UMKM membangun kolaborasi dengan pelaku usaha lainnya melalui pengembangan sentra. “Kami dorong untuk berkolaborasi dengan sesama UKM, maka kami dorong adanya sentra,” ucap Emmy, sapaan akrabnya.
Aspek kontinuitas juga dinilai penting karena UMKM harus mampu menjaga ketersediaan produk secara berkelanjutan. Menurut Juli, kesinambungan tersebut perlu dijaga mulai dari ketersediaan bahan baku hingga proses produksi agar kebutuhan pasar dapat dipenuhi.
Sementara itu, unsur halal dan legalitas menjadi bagian lain yang perlu dipenuhi pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar. Juli mengatakan, preferensi konsumen telah berkembang dan semakin mempertimbangkan kesehatan serta proses produksi yang higienis.
Dorongan pemenuhan 4K1H tersebut juga akan terlihat saat pelaku UMKM mengikuti pameran, sebagai ruang untuk menguji respons pasar secara langsung. Emmy mengatakan, pameran dapat menjadi “sistem kurasi alami” karena pelaku usaha bisa belajar dari produk lain yang lebih banyak diminati pengunjung.
“Dia akan melihat, akan meniru. Kenapa stan saya kok sepi, enggak ada pengunjungnya, karena apa, dia akan belajar,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....