Standardisasi Produk Buka Peluang Dongkrak Omzet UMKM di Pameran

  • 17 Sep 2026 05:11 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pameran MTQ Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang menjadi salah satu momentum bagi pelaku UMKM Jawa Tengah untuk memperluas pasar sekaligus menguji daya saing produk. Dari evaluasi sementara selama pameran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah(Disperindag Jateng) melihat produk yang telah berstandar memiliki peluang omzet dua hingga tiga kali lebih tinggi.

Kepala Disperindag Jateng, July Emmylia mengatakan, pameran tidak hanya menjadi tempat UMKM menjual produk. Akan tetapi, juga menjadi sarana untuk melihat respons konsumen secara langsung.

Menurutnya, standardisasi menjadi salah satu aspek penting yang dapat meningkatkan daya saing produk UMKM ketika masuk ke pasar yang lebih luas. “Saya pastikan yang produknya itu sudah berstandarisasi itu pasti omsetnya itu dua sampai tiga kali lipat,” ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Selasa, 15 September 2026.

Ia menambahkan, pelaku UMKM perlu terus mengevaluasi produknya agar mampu mengikuti perubahan kebutuhan dan selera konsumen. Evaluasi dilakukan dengan melihat jumlah pengunjung, transaksi, serta produk yang paling diminati selama pameran.

Menurutnya, evaluasi tersebut menjadi dasar bagi Disperindag untuk menentukan bentuk pendampingan setelah pameran MTQ berakhir. Pelaku UMKM yang sudah terdata kemudian dapat dihubungkan dengan calon mitra melalui business matching untuk memperluas hubungan B2B maupun B2C.

“Kadang-kadang UKM itu produknya itu-itu saja. Tidak menyesuaikan dengan pasar, sedangkan preferensi pasar kan selalu bergerak,” kata Emmy, sapaan akrabnya.

Disperindag Jateng juga mencermati adanya perbedaan hasil penjualan antarstan selama pameran MTQ Nasional. Ada UMKM yang mencatat omzet tinggi, sementara sebagian lainnya memperoleh penjualan di bawah ekspektasi sehingga perlu dievaluasi penyebabnya.

Evaluasi tersebut tidak hanya melihat kualitas produk, tetapi juga cara pelaku usaha menawarkan produknya kepada pengunjung. Menurutnya, produk yang kurang laku bisa disebabkan minimnya aktivitas menawarkan, kurang menarik dibandingkan produk lain, atau tidak sesuai dengan preferensi pasar.

Untuk membantu meningkatkan penjualan, Disperindag juga mendorong pemanfaatan promosi digital selama kegiatan berlangsung. Beberapa stan yang penjualannya masih rendah didorong mengikuti live shopping dan sesi review produk di panggung pameran agar produk lebih dikenal calon pembeli.

Emmy menegaskan, pendampingan UMKM tidak berhenti ketika pameran selesai dan stan dibongkar. Melalui evaluasi, standardisasi, serta pengembangan jaringan bisnis, peluang yang muncul dari Pameran MTQ Nasional diharapkan dapat berlanjut menjadi pasar dan transaksi setelah kegiatan berakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....