Kenaikan Biaya Produksi Jadi Tantangan UMKM Keripik di Semarang

  • 29 Jul 2026 14:27 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kenaikan harga bahan baku dan biaya produksi menjadi tantangan yang harus dihadapi pelaku UMKM makanan ringan di Kota Semarang. Meski dibayangi meningkatnya harga minyak goreng, kemasan, hingga pasokan bahan baku yang tidak stabil, pelaku usaha tetap berupaya menjaga kualitas produk agar mampu bertahan di tengah persaingan.

Pemilik Keripik Dhe Samson di Semarang, Evita mengatakan kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus lebih cermat mengatur pengeluaran agar kegiatan produksi tetap berjalan. "Kenaikan harga minyak, kemasan, dan bahan baku menjadi kendala utama dalam menjalankan usaha," kata Evita.

Menurutnya, harga minyak goreng yang terus meningkat menyebabkan biaya produksi ikut bertambah setiap kali proses penggorengan dilakukan. Di sisi lain, pasokan singkong sebagai bahan baku utama juga bergantung pada musim sehingga ketersediaannya tidak selalu stabil.

Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, Keripik Dhe Samson berkomitmen mempertahankan kualitas produk yang dipasarkan kepada konsumen. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus mempertahankan daya saing usaha.

Namun, meningkatnya biaya produksi membuat pelaku usaha mulai mempertimbangkan penyesuaian harga jual produk. Evita menilai kebijakan tersebut akan diambil apabila seluruh komponen biaya terus mengalami kenaikan.

Meski demikian, penyesuaian harga tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat agar penjualan tidak menurun. Saat ini, Keripik Dhe Samson masih memasarkan produknya mulai dari Rp5.000 per kemasan agar tetap terjangkau oleh berbagai kalangan.

Selain menjaga kualitas produk, pemasaran melalui media sosial terus dioptimalkan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan. Ke depan, Keripik Dhe Samson juga berencana memperluas pemasaran melalui marketplace serta melengkapi legalitas usaha dengan mengurus sertifikasi halal dan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Evita berharap langkah tersebut dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan daya saing produknya. Menurutnya, kemampuan menjaga kualitas di tengah kenaikan biaya produksi menjadi kunci agar UMKM tetap mampu bertahan dan berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....