Pembiayaan KUR Jateng Tembus Rp26,34 Triliun, Sasar 475 Ribu UMKM

  • 29 Jul 2026 13:40 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah terus menunjukkan pertumbuhan kuat sepanjang semester I 2026. Hingga Juni 2026, nilai penyaluran KUR telah mencapai Rp26,34 triliun dan menyasar 475.320 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Tengah, Bayu Andy Prasetya, mengatakan capaian tersebut meningkat 18,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan itu menunjukkan akses permodalan bagi pelaku UMKM semakin luas dan menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi daerah.

"Peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap pembiayaan produktif, khususnya bagi pelaku usaha mikro yang belum terjangkau layanan perbankan," ujarnya dalam siaran pers secara daring, Rabu, 29 Juli 2026.

Dari total penyaluran tersebut, Bank Rakyat Indonesia menjadi lembaga penyalur terbesar. Nilai KUR yang disalurkan melalui bank tersebut mencapai Rp19,99 triliun atau mendominasi pembiayaan UMKM di Jawa Tengah.

Selain KUR, pemerintah juga terus memperkuat akses pembiayaan bagi usaha mikro melalui program Ultra Mikro (UMi). Hingga Juni 2026, penyaluran UMi mencapai Rp917,40 miliar kepada 136.802 debitur.

Kinerja pembiayaan UMi bahkan tumbuh lebih tinggi dibandingkan KUR. Secara tahunan, penyaluran program tersebut meningkat sekitar 68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Bayu menambahkan, sinergi APBN dan APBD hingga semester I 2026 tetap terjaga dengan baik dalam mendukung penguatan ekonomi daerah. Kebijakan fiskal tersebut menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan sektor produktif.

Ke depan, pemerintah akan terus mengoptimalkan kualitas belanja negara dan daerah agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Upaya tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan daya saing daerah, dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....