Yoyok Riyo Sudibyo Minta Jateng Lindungi UMKM dari Ekspansi Usaha Besar

  • 20 Feb 2026 13:27 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat perlindungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari ekspansi usaha besar. Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat, 20 Februari 2026.

Menurut Yoyok, langkah ini dinilai penting agar UMKM tidak tergerus oleh ekspansi usaha besar yang semakin pesat. Sektor UMKM harus menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan ekonomi daerah.

Ia mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD) lebih aktif mendukung pelaku UMKM, termasuk membuka layanan langsung di pasar-pasar tradisional. Menurutnya, langkah tersebut dapat mempermudah akses pembiayaan dan mengurangi ketergantungan pelaku usaha terhadap rentenir.

Ia menilai akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil masih terbatas, terutama dalam penyaluran kredit usaha rakyat di pasar tradisional. "Saya pernah melakukan pada saat jadi Bupati Batang, yaitu program usiran rentenir dari pasar, bagaimana caranya saya menggerakkan BPD di Jateng, di kabupaten saya," ujarnya.

Selain itu, Yoyok juga menyoroti pesatnya pertumbuhan ritel modern yang dinilai berpotensi mengancam keberlangsungan usaha kecil. Ia mengusulkan adanya pembatasan jumlah gerai serta kewajiban menyediakan ruang bagi produk UMKM lokal.

"Saya tidak anti, tapi gurita mereka ini meresahkan UMKM dan ekonomi kreatif. Saya pernah membuat pembatasan, biar tidak menggerus semua usaha-usaha UMKM yang ada di Jawa Tengah, Pak Gub bisa melakukan itu," ucapnya.

Di sektor pariwisata, Yoyok menilai model desa wisata seperti Umbul Ponggok dapat menjadi contoh dalam mendorong ekonomi masyarakat. "Kalau Pak Gub bisa membuat Umbul Ponggok selanjutnya, setiap tahun satu saja, saya enggak tahu harus bagaimana malaikat mencatat amal Pak Gub untuk menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan pihaknya terus mendorong penguatan UMKM dan pariwisata melalui pengembangan ekonomi kreatif(ekraf). "Kita menciptakan hampir 1.000 konten kreatif yang dikendalikan oleh ekraf," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....