UMKM Bangkit dan Tetap Eksis Ditengah Keterpurukan Ekonomi
- 03 Jul 2026 20:01 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus - Kudus selama ini dikenal sebagai surganya PKL dan UMKM, karena hampir di ruas jalanan di Kudus selalu terdapat PKL maupun UMKM. Ditengah keterpurukan ekonomi saat ini dibutuhkan suatu inovasi bagi UMKM agar lebih eksis dan mandiri, bahkan bagaimana agar UMKM di Kudus dapat naik kelas.
Kepala Dinas Nakertrans Perinkop dan UKM Kudus Catur Widiyatno melalui Kabid Koperasi dan UKM, Moh Faiz Anwari mengatakan UMKM naik kelas bukan hanya diukur dari bertambahnya omzet atau besarnya skala usaha. Tetapi juga dari meningkatnya kualitas, daya saing, dan kemampuan pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Selama ini kata dia, telah melaksanakan berbagai pelatihan peningkatan kapasitas usaha. Mulai dari pengembangan produk, manajemen usaha, pengemasan, hingga pemasaran digital agar pelaku UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Selain itu, pihaknya juga rutin mengadakan sosialisasi mengenai legalitas usaha, sertifikasi produk, dan pemanfaatan teknologi digital sebagai bekal bagi pelaku usaha untuk berkembang. Sasarannya memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keuangan, pelaku usaha besar, maupun komunitas bisnis, sehingga UMKM memiliki akses yang lebih luas terhadap pembinaan, pembiayaan, maupun pemasaran.
“Salah satu upaya yang terus kami dorong adalah fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Karena sertifikat halal tidak hanya memberikan jaminan kepada konsumen, tetapi juga meningkatkan nilai tambah, kepercayaan pasar, dan membuka peluang produk UMKM menembus pasar yang lebih luas,” tutur Faiz, Jum’at, 3 Juli 2026.
Sementara salah satu pelaku usaha minuman susu coklat, Indah Susanti mengatakan, ditengah kondisi ekonomi seperti sekarang yang tengah bergejolak tentu banyak pelaku usaha baru. Ditengah persaingan, Santi mengaku tidak merubah rasa ataupun banting harga hanya untuk menghadapi persaingan usaha sejenis.
“Saya tetap berusaha untuk mempertahankan harga dan rasa dari produk yang saya jual. Saya tidak mau ikut – ikutan untuk banting harga hanya supaya konsumen beralih ke jualan saya. Terpenting adalah usaha bisa kita jual melalui Food online dan medsos lainnya. Termasuk video – video sering saya buat guna menarik konsumen dari kalangan Gen Z,” tandas Santi. (RK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....