Rupiah Melemah, UMKM Pati Hadapi Tekanan Berat

  • 08 Jun 2026 18:15 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Pengaruh Melemahnya Rupiah, Terhadap Pelaku Konveksi

RRI.CO.ID, Pati - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai mengguncang ketahanan usaha mikro daerah saat ini. Dampaknya tidak hanya meningkatkan biaya produksi, tetapi juga menekan daya beli masyarakat secara bersamaan.

Kondisi tersebut dirasakan pelaku usaha konveksi Supermon di Desa Bringinwareng, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Kenaikan harga bahan baku memaksa pelaku usaha melakukan penyesuaian operasional demi mempertahankan keberlangsungan usaha.

Pemilik Konveksi Supermon, Dedi Irawan, mengaku keuntungan usaha terus menyusut akibat tekanan ekonomi tersebut. "Kalau harga kami naikkan, pelanggan bisa mencari tempat lain sehingga keuntungan menjadi semakin menipis," kata Dedi, saat diwawancara di sela kesibukanya, Senin, 8 Juni 2026.

Menurut Dedi, margin keuntungan yang sebelumnya mencapai lima ribu rupiah kini tersisa sekitar dua ribu rupiah. Pelaku usaha juga menghadapi penurunan kualitas bahan karena pemasok melakukan efisiensi produksi.

Tekanan ekonomi tersebut turut berdampak terhadap kondisi tenaga kerja yang menggantungkan penghasilan dari produksi. Konveksi Supermon menghapus sistem lembur karena volume pesanan mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya signifikan.

Akibat kebijakan tersebut, pendapatan pekerja ikut menurun karena bonus produksi semakin sulit diperoleh sekarang. "Susah, semuanya mahal, tidak ada yang murah," kata Endang saat menjalankan aktivitas produksi.

Selain menghadapi kenaikan biaya produksi, pelaku usaha juga berhadapan dengan melemahnya permintaan pasar domestik. Pesanan dari instansi maupun sekolah masih berjalan, namun volumenya jauh menurun dibandingkan sebelumnya cukup.

Situasi tersebut memperlihatkan tekanan ganda yang kini dihadapi pelaku UMKM pada berbagai sektor usaha. Mereka harus menjaga harga tetap kompetitif sekaligus menanggung kenaikan biaya produksi.

Pelaku usaha berharap pemerintah menghadirkan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga bahan baku nasional. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan UMKM sebagai penopang ekonomi masyarakat.(APB)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....