Konflik Timur Tengah Memanas, 4,2 Juta UMKM Jateng Tetap Stabil

  • 05 Apr 2026 12:27 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID., Semarang- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap tangguh di tengah gejolak konflik di kawasan Timur Tengah. Hal ini didukung oleh struktur UMKM yang mayoritas berbasis pasar lokal.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramiyanto, menyebut jumlah UMKM di Jawa Tengah mencapai sekitar 4,2 juta unit usaha. Dari jumlah tersebut, sekitar 99 persen merupakan usaha mikro, sementara sisanya merupakan usaha kecil dan menengah.

Ia menjelaskan, ekspor UMKM Jawa Tengah ke kawasan Timur Tengah masih relatif kecil sehingga tidak memberikan dampak signifikan terhadap kondisi perekonomian daerah. Ekspor ke kawasan tersebut sebagian besar dilakukan oleh sektor usaha kecil dan menengah, dengan tujuan seperti Dubai dan Palestina.

“Untuk UMKM Jawa Tengah insyaallah tidak berdampak karena nilai ekspor ke Timur Tengah masih relatif kecil. Sebagian besar pasar UMKM kita justru berada di dalam negeri,” katanya dalam dialog Semarang Menyapa bersama RRI Semarang edisi Sabtu, 4 April 2026.

Menurutnya, kekuatan utama UMKM terletak pada ekonomi lokal yang ditopang oleh pelaku usaha dengan skala mikro. Mayoritas UMKM memiliki omzet maksimal dua miliar rupiah dengan aset hingga satu miliar rupiah, dan bergerak di sektor ekonomi kreatif seperti kuliner, fesyen, serta kerajinan.

“Posisi UMKM ini menguatkan perekonomian lokal karena sebagian besar pasarnya ada di wilayah masing-masing. Inilah yang membuat UMKM tetap bertahan di tengah situasi global,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan, terutama dalam hal adaptasi digital dan konsistensi pelaku usaha. Tidak semua UMKM mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan.

Ia menambahkan, pihaknya terus mendorong inovasi produk serta memperluas jaringan pemasaran, termasuk melalui kerja sama dengan platform e-commerce. Selain itu, pelatihan dan program magang bagi siswa SMK juga dilakukan untuk membantu pengelolaan digital UMKM.

Ia juga mengajak pelaku UMKM untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kolaborasi antar pelaku usaha. Ia optimistis, dengan inovasi dan kerja sama yang kuat, UMKM Jawa Tengah dapat terus meningkatkan omzet dan berkontribusi pada perekonomian daerah.

"Kami minta teman-teman mengajak tetangga-tetangganya yang utamanya belum punya penghasilan atau yang usahanya belum jalan untuk mereka ajak bergabung. Inilah sebenarnya kekuatan ekonomi dari UMKM itu, saling berbagi saling menitipkan produknya, gitu, jadi mereka saling saling titip-menitip untuk jaringan pemasaran, dan ini kekuatannya luar biasa," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....