Festival Jateng Syariah Perkuat Industri Halal, UMKM Raup Omzet 5 Kali Lipat

  • 06 Agt 2026 20:12 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Festival Jateng Syariah (Fajar) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk halal, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha. Dampaknya mulai dirasakan langsung oleh UMKM yang mengaku mampu meningkatkan omzet hingga lima kali lipat selama mengikuti kegiatan tersebut.

Festival yang digelar di Queen City Mall Semarang pada 6–9 Agustus 2026 itu menjadi wadah penguatan ekosistem halal di Jawa Tengah. Melalui sinergi pemerintah daerah dan Bank Indonesia, Fajar 2026 diarahkan untuk memperkuat rantai industri halal dari hulu hingga hilir.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan pengembangan ekonomi syariah di daerahnya telah dilakukan secara berkelanjutan bersama Bank Indonesia. Hal itu disampaikannya usai mewakili Gubernur Ahmad Luthfi membuka Fajar 2026, Kamis, 6 Agustus 2026.

Menurutnya, upaya tersebut akan semakin diperkuat pada 2027 seiring pengembangan ekonomi berkelanjutan dan pariwisata ramah muslim. "Kita bekerja sama dengan Bank Indonesia sudah lama untuk menumbuhkan ekonomi syariah," kata Taj Yasin.

Ia menjelaskan, pembangunan ekosistem halal dilakukan secara menyeluruh mulai dari sektor produksi hingga pemasaran. Langkah itu diwujudkan melalui pembangunan rumah potong hewan halal di Magelang, rumah potong ayam halal di Jepara yang bekerja sama dengan pondok pesantren, hingga pengembangan Kawasan Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).

Ia menilai keberadaan fasilitas dan layanan berbasis halal akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya dari negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim. Sertifikasi halal pada produk kuliner serta dukungan fasilitas ibadah yang memadai dinilai mampu meningkatkan daya saing destinasi wisata Jawa Tengah.

Gus Yasin menegaskan pengembangan ekonomi syariah tidak hanya bertujuan meningkatkan transaksi ekonomi. Yang lebih penting, program tersebut mampu memperluas kesempatan usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan UMKM.

Senada dengan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah M. Noor Nugroho mengatakan Fajar 2026 mengusung tema akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan literasi dan Halal Value Chain. Tema tersebut menitikberatkan pada pembangunan rantai nilai halal yang terintegrasi dari produksi hingga konsumsi.

Menurut Noor, penguatan Halal Value Chain dilakukan melalui sertifikasi rumah potong hewan dan unggas, penggilingan, hingga sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. "Kalau sisi supply dan demand ini bertemu, mudah-mudahan bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah," katanya.

Manfaat penguatan ekosistem halal itu mulai dirasakan langsung oleh pelaku usaha yang mengikuti Fajar 2026. Roni Abdul Ghoni dari Toros Farm Sulaimaniyah Magelang mengaku festival tersebut efektif memperluas jangkauan pasar produknya.

Ia mengatakan omzet usahanya pada hari biasa berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per hari. Namun selama mengikuti festival dan melihat tingginya jumlah pengunjung, penjualan hariannya berpotensi meningkat hingga Rp5 juta sampai Rp10 juta.

"Festival seperti ini sangat membantu UMKM. Produk kami semakin dikenal masyarakat," ujarnya.

Pengalaman serupa dirasakan Aris Agung Nugroho, pelaku usaha Dawet Ayu Durian Pak Sarjohadi asal Banjarnegara. Ia mengaku rutin mengikuti Fajar,

Menurutunya, ajang ini mampu memperkenalkan produk khas daerah kepada pasar yang lebih luas dan menjangkau konsumen baru. "Kami berharap event seperti ini terus berlanjut," katanya.

Pada penyelenggaraan tahun kedelapan ini, Fajar 2026 juga menghadirkan sejumlah program baru untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah. Salah satunya Inspirational Talk yang mempertemukan pelaku usaha dan pemerintah daerah untuk berbagi praktik terbaik dalam pengembangan pariwisata ramah muslim.

Selain itu, tersedia area Halal Experience yang menghadirkan 18 tenant kuliner dan sembilan stan edukasi. Pengunjung juga dapat memanfaatkan Halal Value Chain Hub untuk konsultasi dan pendampingan sertifikasi halal, serta Financial Hub yang menyediakan berbagai layanan edukasi dan konsultasi keuangan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Fajar 2026 diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan industri halal sekaligus memperkuat daya saing UMKM Jawa Tengah. Festival ini juga menjadi bagian penting menuju Festival Ekonomi Syariah Jawa dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang akan digelar pada Oktober mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....