Samuel Wattimena Dorong UMKM Tingkatkan Kualitas Produk Dukung Event MICE

  • 28 Mar 2026 19:37 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang: Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produknya, agar bisa menjadi produk pendukung event MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Event). Hal itu ia sampaikan usai Bimbingan Teknis (Bimtek) bersama Kementerian Pariwisata RI di Hotel Getz Semarang, Sabtu 28 Maret 2026.

"Kami harap pelaku UMKM yang akan terlibat sebagai pendukung event, terlebih dahulu mempelajari event yang akan diikuti. Sehingga jangan sekadar memasarkan produk-produk yang berlebih di gudang mereka,” kata Samuel.

Untuk produk UMKM kuliner, pihaknya menyarankan agar lebih peduli kepada konsumen, khususnya untuk makanan yang mengandung bahan-bahan yang dapat memicu alergi. “Ada orang-orang yang alergi terhadap kacang, ada orang yang alergi terhadap sesuatu, nah itu cantumkan diproduk,” ujarnya.

Selain itu menurutnya produk UMKM yang terlibat event MICE internasional, harus disertai keterangan produk dalam bahasa internasional. “Sehingga mereka paham. Kalau mereka jualan sambal, sambal ini apa sih dan tingkat kepedasannya seperti apa, itu harus diinfokan,” jelasnya.

Pelaku UMKM, kata Samuel, juga dapat mencantumkan kelebihan daerah asal produksi pada kemasan. “Supaya seseorang yang membeli produknya, mendapatkan banyak bonus lainnya. bonus info mengenai daerah penghasil produk, bonus info bahwa produk mereka peduli pada lingkungan dan sosial,” jelasnya.

Samuel juga memberikan ide kemasan produk UMKM, dengan menambahkan pantun yang dikaitkan dengan produk mereka. “Sama seperti kita naik penerbangan, itukan juga suka dibacakan pantun. Ini kan bisa menjadi pembeda dengan produk lainnya,” bebernya.

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Event Kementrian Pariwisata RI Vinsensius Jemadu mengatakan, bimbingan teknis ini untuk membantu ekosistem rantai pasok produk UMKM. Terutama untuk kegiatan MICE. Ia menilai wisatawan-wisatawan MICE itu pengeluaran untuk berbelanjanya lebih besar dibandingkan wisatawan lainnya.

“Oleh karena itu kesiapan rantai pasok untuk menyambut peserta-peserta MICE itu sangat diperlukan. Tentunya yang terkait tiga produk utama, yaitu kuliner, kriya dan fashion, dan saya melihat Jawa Tengah ini memiliki potensi yang luar biasa,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari mengatakan, daerahnya memiliki beberapa event yang masuk dalam kalender event nasional. Antara lain Festival Cheng Ho, Festival Kota Lama, Semarang Night Carnival dan MTQ tingkat Nasional pada bulan September 2026.

Menurutnya kesiapan produk UMKM menjadi hal yang penting dan menjadi tantangan bagi pemerintah kota Semarang agar memadukan event dengan produk UMKM. “Kita ingin event-event ini berpadu dengan UMKM, sehingga perekonomian di kota Semarang akan bergerak,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....