Kenalkan Pasar Modal ke Santri, OJK Tekankan Pentingnya Legalitas Investasi

  • 07 Okt 2026 13:00 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Program Capital Market Goes to Community merupakan bagian dari upaya mendorong perubahan dari saving society menjadi investing society.
  • Lebih dari 200 ayat Al-Qur'an yang membahas persoalan keuangan dalam berbagai bentuk

RRI.CO.ID, Pekalongan – Sebanyak 200 rekening efek syariah dibuka bagi santri dalam program Capital Market Goes to Community di Pondok Modern Tazakka, Bandar, Kabupaten Batang. Langkah ini menjadi bagian dari edukasi agar generasi muda memahami investasi sekaligus mengenali legalitas dan risikonya.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Az-Zaky, Selasa 6 Oktober 2026 tersebut diikuti santri, pengasuh, pengurus pondok, serta masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong literasi pasar modal syariah agar generasi muda tidak hanya mengenal investasi, tetapi juga memahami legalitas dan risikonya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK RI, Hasan Fawzi, mengatakan edukasi pasar modal penting di tengah maraknya tawaran investasi melalui platform digital. Masyarakat perlu memahami produk investasi sebelum menempatkan dananya.

Menurut Hasan, investasi ilegal kerap menawarkan keuntungan tinggi dengan berbagai modus, mulai dari skema Ponzi, binary option, hingga pinjaman daring ilegal. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan.

Hasan juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung percaya terhadap suatu produk hanya karena menggunakan label syariah. Legalitas dan mekanisme investasi tetap harus diperiksa sebelum dana ditempatkan.

“Label berbasis syariah, aman, menguntungkan, atau diawasi otoritas tidak otomatis menunjukkan bahwa produk itu telah memiliki legalitas izin dan praktiknya sesuai ketentuan,” tegas Hasan.

Pimpinan dan Pengasuh Pondok Modern Tazakka, K.H. Anang Rikza Masyhadi, mengatakan edukasi pengelolaan keuangan relevan bagi santri. Menurutnya, Islam telah memberikan perhatian terhadap bagaimana manusia memperoleh, mengelola, menggunakan hingga menginvestasikan harta.

Ia menyebut terdapat lebih dari 200 ayat Al-Qur'an yang membahas persoalan keuangan dalam berbagai bentuk. Karena itu, pengelolaan harta tidak cukup hanya mempertimbangkan aspek halal, tetapi juga harus memperhatikan unsur thayyib, kompetensi pengelola, akuntabilitas, serta keberkahan.

“Jangan kau serahkan hartamu untuk dikelola oleh orang-orang yang tidak kompeten, tidak akuntabel dan tidak punya trust,” ujarnya.

Hasan mengatakan pembukaan 200 rekening efek syariah menjadi langkah awal mengenalkan investasi pasar modal kepada santri sejak dini. Ia berharap para santri nantinya mampu menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing.

Pondok Modern Tazakka memiliki sekitar 1.000 santri dan jaringan kerja sama dengan sekitar 500 pesantren. Untuk itu Ia berharap pengetahuan investasi syariah dapat menyebar melalui jejaring tersebut.

“Harapannya kegiatan hari ini tidak berhenti hanya untuk Pondok Modern Tazakka saja. Melalui jaringannya dan sinergi dengan pondok pesantren lainnya, ilmu ini juga akan tersebar sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” kata Hasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....