OJK Setujui Merger Sejumlah BPR di Jateng, Perkuat Industri dan Pembiayaan UMKM

  • 09 Agt 2026 08:55 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetujui penggabungan sejumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Jawa Tengah sebagai bagian dari kebijakan konsolidasi industri perbankan. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan dan kapasitas usaha BPR sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif, khususnya UMKM.

Penggabungan dilakukan terhadap PT BPR Anugerah Harta Kaliwungu ke dalam PT BPR Klepu Mitra Kencana. Sementara itu, lima BPR Nusamba, yakni BPR Nusamba Adiwerna, Pecangaan, Ampel, Banguntapan, dan Temon, bergabung ke dalam PT BPR Nusamba Cepiring.

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, mengatakan konsolidasi tersebut merupakan bagian dari komitmen OJK dalam memperkuat permodalan, tata kelola, dan kapasitas usaha BPR. "Melalui penguatan kelembagaan ini, kami berharap BPR dapat semakin berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan," kata Hidayat melalui siaran pers, Jumat, 7 Agustus 2026.

Menurutnya, persetujuan penggabungan diberikan setelah dilakukan evaluasi secara komprehensif terhadap aspek permodalan, tata kelola, manajemen risiko, kinerja keuangan, kesiapan operasional, dan pelindungan konsumen. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses konsolidasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan penggabungan tersebut, seluruh hak dan kewajiban BPR yang menggabungkan diri akan beralih kepada entitas penerima penggabungan. OJK memastikan seluruh nasabah tetap dapat melakukan transaksi dan memperoleh layanan perbankan secara normal tanpa perubahan atas hak maupun kewajibannya.

OJK menilai penguatan kelembagaan melalui konsolidasi akan membuat industri BPR semakin sehat, tangguh, efisien, dan berdaya saing. Kondisi tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan BPR dalam memberikan dukungan pembiayaan kepada sektor produktif dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ke depan, OJK akan terus mendorong kebijakan konsolidasi dan transformasi industri BPR di Jawa Tengah. Upaya tersebut diarahkan agar BPR mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional, terutama melalui perluasan akses pembiayaan bagi UMKM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....