Dukung Keberlanjutan MBG, OJK Jateng Perkuat Akses Pembiayaan Petani dan UMKM

  • 10 Jul 2026 17:42 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Magelang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah memperkuat akses pembiayaan bagi petani, peternak, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan ekosistem keuangan inklusif yang melibatkan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, serta pelaku usaha pangan lokal.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kolaborasi Literasi dan Inklusi Keuangan (KLIK) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Business Matching Produk Pangan Lokal Kabupaten Magelang yang digelar Rabu, 8 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan sinergi OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat akses keuangan bagi sektor produktif sekaligus mendorong pengembangan ekonomi daerah.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Akta Kesepakatan Bersama Pengembangan Ekosistem Keuangan Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Kabupaten Magelang. Kesepakatan itu menjadi bentuk komitmen bersama untuk memperkuat pembiayaan sektor produktif, memperkuat rantai pasok pangan lokal, serta memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo mengatakan, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam membangun program yang berkelanjutan bagi pengembangan ekonomi daerah. "Kami berharap kerja sama ini menjadi dasar implementasi program yang terarah, terukur, dan berkelanjutan," ujarnya melalui siaran pers, Jumat, 10 Juli 2026.

Ia mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjadi model sinergi yang menghubungkan ekosistem pangan lokal, Program MBG, industri jasa keuangan, dan pemerintah daerah. Dengan demikian, akses pembiayaan dapat semakin luas, rantai pasok pangan semakin kuat, dan pertumbuhan ekonomi daerah terus meningkat.

"Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi model sinergi yang menghubungkan ekosistem pangan lokal, Program MBG, IJK, dan pemerintah daerah. Sehingga, mampu memperkuat akses keuangan, ketahanan rantai pasok, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah guna meneguhkan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional," kata Hidayat.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri atas pengelola SPPG se-Kabupaten Magelang, yayasan mitra, kelompok tani, peternak ayam petelur, pelaku industri jasa keuangan, pemerintah daerah, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya. Selain mempertemukan pelaku usaha pangan dengan lembaga keuangan, kegiatan juga diisi edukasi mengenai pengelolaan keuangan, pembiayaan, asuransi, investasi yang legal, serta pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal.

Pengarah Bidang Pertanian pada Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sarworini, berharap kolaborasi tersebut menghasilkan langkah nyata dalam memperkuat rantai pasok pangan daerah. Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM sekaligus mendukung keberhasilan Program MBG di Jawa Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....