OJK Bidik Potensi Pangan Jateng Bernilai Rp1.684 Triliun

  • 31 Mei 2026 06:36 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pengembangan sektor pangan di Jawa Tengah melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED). Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan potensi komoditas unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi hingga Rp1.684 triliun.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya OJK mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan pelaku usaha. Penguatan sektor pangan dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus ketahanan pangan nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan pengembangan ekonomi daerah harus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, kekuatan ekonomi daerah menjadi salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Berbagai tantangan dinamika global saat ini tidak boleh menurunkan optimisme Indonesia. Justru inilah saat untuk membuktikan bahwa salah satu kekuatan Indonesia adalah kekuatan ekonomi di daerahnya,” kata Friderica melalui siaran pers Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026, belum lama ini.

Di Jawa Tengah, Program PED difokuskan pada pengembangan komoditas padi, jagung, dan rajungan sebagai sektor unggulan daerah. Ketiga komoditas tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi besar sekaligus mendukung penguatan rantai pasok pangan.

Program PED tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan ekosistem usaha dari hulu hingga hilir. Dukungan pembiayaan, akses keuangan, peningkatan kapasitas usaha, serta kolaborasi antar-pemangku kepentingan menjadi bagian dari strategi pengembangannya.

Sementara, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko mengatakan Program PED diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, implementasinya terus diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Kita terus mendorong PED ini semakin luas agar bisa memberikan kontribusi yang nyata di daerah melalui berbagai kolaborasi yang dapat membangun ekosistem program prioritas di daerahnya,” ujar Hernawan.

Ke depan, OJK akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memperluas implementasi Program Pengembangan Ekonomi Daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berawal dari potensi unggulan di masing-masing daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....