Literasi Keuangan, Kunci Generasi Muda Belajar Pasar Modal

  • 09 Jun 2025 15:27 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Banyaknya instrumen investasi pasar modal yang diminati anak muda, tentunya memiliki keuntungan dan resikonya masing-masing. Memiliki literasi keuangan dengan tepat, bisa menjadi cara untuk mempelajari dunia pasar modal dengan baik.

Menurut Board of Commisioner Education KSPM UNSSAF Universitas Negeri Semarang, Eka Susanti, masih banyak yang cenderung ikut-ikutan berinvestasi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan(OJK), ada sekitar 40 persen masyarakat Indonesia belum terpapar literasi keuangan dengan benar.

“Banyak banget Gen Z yang masih ikut-ikutan FOMO, kayak ya udah, coba aja investasi. Karena mereka biasanya melihat temannya update status untung sekian persen, padahal nggak tahu di belakangnya, resiko yang didapat itu besar,” jelasnya dalam program siaran SPADA PRO 2 RRI Semarang, Selasa(3/6/2025).

Ia sendiri menyebut, bagi pemula, cara paling tepat adalah dengan learning by doing. Salah satu instrumen yang disarankannya adalah reksadana, yang memiliki banyak jenis dan relatif minim resiko.

“Lebih baik belajar sambil praktik juga, aku sering bilang, nggak apa-apa mulai buka akun aja dulu. Kenapa aku rekomendasi reksadana, karena sangat minim resiko, tapi return-nya satu tahun around lima persen,” ungkap Eka.

Akses terhadap instrumen investasi saat ini juga lebih mudah, salah satunya lewat aplikasi yang dibuat oleh sekuritas. Namun, Eka mengingatkan agar tidak terjebak investasi bodong, sehingga perlu untuk mengecek apakah aplikasi itu sudah diawasi OJK atau belum.

“Nah biasanya kan kita menemukan aplikasi lewat iklan, alangkah baiknya dicek dulu di webnya OJK terdaftar atau nggak. Kalau belum terdaftar jangan sampai dicoba, tapi kalau sudah terdata berarti sudah aman,” kata Eka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....