Rupiah Melemah, Wealth Planner Ingatkan Pentingnya Dana Darurat bagi Anak Muda
- 08 Jun 2026 13:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pelemahan nilai tukar rupiah mulai berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari, termasuk anak muda Indonesia. Menanggapi hal itu, Wealth Planner, Tsania Rahmawati menegaskan pentingnya dana darurat bagi generasi muda, di tengah melemahnya nilai Rupiah.
Tsania menjelaskan, pelemahan rupiah berarti nilai tukar terhadap dolar Amerika Serikat mengalami penurunan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat membutuhkan lebih banyak rupiah untuk memperoleh mata uang asing.
“Kalau dulu cukup Rp15 ribu untuk satu dolar. Sekarang, harus Rp18 ribu,” ujar Tsania dalam wawancara SPADA PRO 2 RRI Semarang, 8 Juni 2026.
Ia mengatakan, dampak pelemahan rupiah paling terasa pada harga barang dan layanan yang masih bergantung pada impor. Beberapa di antaranya seperti gadget, biaya pendidikan, hingga kebutuhan pengobatan.
Selain itu, anak muda juga diperkirakan akan merasakan kenaikan biaya layanan digital dan hiburan. Mulai dari langganan aplikasi, top up permainan daring, hingga berbagai platform hiburan berbasis luar negeri.
Tsania menilai kondisi tersebut dapat memengaruhi gaya hidup generasi muda secara perlahan. Pasalnya, kenaikan biaya hidup tidak selalu diiringi peningkatan pendapatan.
Menurutnya, situasi itu membuat sebagian anak muda lebih rentan menggunakan pinjaman online maupun layanan paylater demi mempertahankan gaya hidup konsumtif. “Pendapatan tetap, tapi biaya langganan naik, itu pasti menekan kondisi keuangan,” jelas Tsania.
Ia menambahkan, salah satu kesalahan finansial yang masih sering dilakukan anak muda adalah sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Tsania mencontohkan kebutuhan dasar seperti makan kerap berkembang menjadi gaya hidup, misalnya kebiasaan nongkrong di kafe atau restoran demi mengikuti tren.
Selain gaya hidup konsumtif, generasi muda saat ini banyak yang belum memiliki dana darurat. Padahal, dana darurat dinilai penting untuk menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Ia menyarankan anak muda yang belum menikah memiliki dana darurat minimal 3-6 bulan pengeluaran bulanan. Langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah langsung menyisihkan tabungan setelah menerima gaji atau pendapatan bulanan.
Selain memperkuat pengelolaan keuangan pribadi, generasi muda juga diharapkan lebih mendukung penggunaan produk lokal untuk membantu perekonomian dalam negeri. Ia menilai kebiasaan mengutamakan produk lokal dapat membantu memperkuat perputaran ekonomi nasional di tengah tekanan global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....