Pentingnya Dana Darurat dan Panduan Cara Menghitungnya

  • 08 Jun 2026 14:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Dana darurat merupakan fondasi penting bagi keamanan finansial seseorang. Simpanan ini berfungsi untuk menghadapi situasi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, sakit mendadak, atau kerusakan barang penting.

Semua orang, terutama anak muda yang baru mulai bekerja, sangat membutuhkan dana darurat. Bahkan pekerja lepas atau freelancer yang penghasilannya tidak tetap tetap harus memiliki cadangan dana untuk jaga-jaga.

Para ahli keuangan menyarankan besaran dana darurat minimal 3-6 bulan pengeluaran rutin bagi individu lajang. Untuk keluarga muda, disarankan menyiapkan 6-12 bulan pengeluaran agar lebih aman saat krisis datang.

Langkah pertama menyiapkan dana darurat adalah mengetahui pengeluaran bulanan. Hitung semua kebutuhan pokok, seperti makanan, transportasi, tagihan rutin, kesehatan, dan cicilan, tanpa memasukkan pengeluaran hiburan atau konsumtif.

Cara menghitung dana darurat cukup sederhana, kalikan total pengeluaran bulanan dengan tiga hingga enam, sesuai kebutuhan. Misalnya, jika pengeluaran bulanan Rp5 juta, dana darurat ideal berkisar antara Rp15 juta hingga Rp30 juta.

Penyimpanan dana darurat sebaiknya terpisah dari rekening harian. Pilih tabungan khusus, deposito, atau reksa dana pasar uang yang mudah dicairkan.

Strategi menabung yang efektif adalah menyisihkan sebagian penghasilan setiap bulan, misalnya 10–20 persen. Prioritaskan dana darurat sebelum memikirkan investasi atau keinginan konsumtif, karena konsistensi lebih penting daripada jumlah besar sekaligus.

Dana darurat hanya digunakan untuk kebutuhan mendesak. Setelah digunakan, segera isi kembali hingga tercapai target, karena kebiasaan ini menjaga stabilitas keuangan dan membentuk disiplin menabung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....