Mazda Perluas Pasar Jateng, New CX-30 Didorong Masuk Daerah

  • 08 Sep 2026 08:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID. Semarang -Mazda memperluas penetrasi pasar di Jawa Tengah dengan memperkenalkan tiga mobil baru, termasuk New Mazda CX-30 yang diproyeksikan menjadi salah satu produk andalan untuk meningkatkan penjualan. Mazda menilai harga yang lebih kompetitif dapat membuka peluang memperluas pasar hingga ke berbagai daerah di Jawa Tengah.

Branch Manager Mazda Semarang PT Automobil Jaya Abadi, Ronald Victorian, mengatakan kehadiran New Mazda CX-30 menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan volume penjualan sekaligus memperkenalkan produk Mazda lebih luas di luar Kota Semarang.

"Meski harga dibuat lebih terjangkau, karakter, desain, kualitas, dan DNA Mazda tetap dipertahankan dengan harga yang lebih kompetitif ini tentunya volume yang selama ini dicapai kami ingin lebih banyak lagi. Kami akan memperkenalkan New Mazda CX-30 ini lebih ke daerah-daerah,” ujar Ronald, Senin malam 7 September 2026.

Menurut Ronald, perluasan pasar ke daerah menjadi penting karena produk Mazda dinilai belum banyak dikenal masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Karena itu, Mazda tidak hanya mengandalkan pasar Kota Semarang, tetapi mulai menyasar daerah yang dinilai memiliki potensi konsumen.

Saat ini, New Mazda CX-30 telah dipamerkan di wilayah Cirebon. Selanjutnya, aktivitas serupa direncanakan menyasar Pekalongan, Purwokerto dan daerah sekitarnya. Strategi tersebut dilakukan untuk mendekatkan produk sekaligus mengukur respons pasar sebelum menentukan langkah ekspansi berikutnya.

Ronald menambahkan, Mazda juga menyiapkan berbagai program penjualan untuk menarik konsumen. Setiap pembelian kendaraan akan mendapatkan sejumlah benefit, baik dalam bentuk paket pembelian maupun layanan purnajual.

Sementara itu, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio, mengatakan perluasan jaringan tidak selalu harus dilakukan dengan membuka dealer baru. Mazda terlebih dahulu akan melakukan pemetaan dan uji pasar di daerah-daerah yang dinilai memiliki potensi.

“Kita tentunya akan mulai dari mencoba untuk tes market. Salah satunya melalui pameran-pameran dan aktivitas. Kita mungkin bisa membawa mobile service ke sana dan melihat antusias mereka seperti apa,” kata Ricky.

Ricky menyebut sejumlah wilayah penyangga Semarang, Solo hingga kawasan Jawa Tengah bagian barat memiliki peluang untuk dikembangkan. Menurutnya, Cirebon juga menjadi salah satu wilayah yang berpotensi untuk pengembangan pasar Mazda ke depan.

Ia menegaskan, strategi Mazda tidak semata-mata mengejar volume penjualan, tetapi juga mempertahankan karakter khas Mazda yang menempatkan pengalaman berkendara sebagai nilai utama. “Karena Mazda ini bukan sekadar mass transportation, tapi kendaraan yang mempunyai sisi emosional. Mobil yang harus dikemudi, dirasakan dan memberikan nilai lebih bagi penggunanya,” jelasnya.

Menurut Ricky, filosofi tersebut menjadi pembeda Mazda di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat. Termasuk ketika pasar kendaraan listrik (EV) terus berkembang, Mazda tetap mempertahankan filosofi Jinba-Ittai, yakni harmonisasi antara manusia dan kendaraan.

Ia memastikan Mazda akan tetap menghadirkan berbagai pilihan teknologi kendaraan, mulai dari kendaraan listrik, hybrid hingga mesin pembakaran internal (ICE), Namun, teknologi tersebut bukan menjadi satu-satunya fokus utama perusahaan. “Terlepas dari powertrain yang mau electrification, hybrid, plug-in hybrid, bahkan diesel, itu bukan patokan kita. Patokan kita adalah cara berkemudi ala Mazda, yaitu Jinba-Ittai, di mana manusia yang menjadi utamanya,” ujar Ricky.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....