BI Jateng Perkuat Ekosistem Halal, CJFACE 2026 Jadi Ajang Promosi UMKM Furnitur
- 10 Jun 2026 10:54 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah memperkuat daya saing industri furnitur dan seni ukir Jepara melalui gelaran Central Java Furniture & Carving Expo (CJFACE) 2026. Pameran yang akan berlangsung pada 13–16 Juni 2026 di Atrium DP Mall Semarang itu menjadi ajang strategis untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Jawa Tengah.
Kegiatan yang digelar bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, KADIN Jepara, dan komunitas Jepara International Furniture Buy Week (JIFBW) tersebut merupakan bagian dari rangkaian menuju Festival Jateng Syariah (FAJAR) dan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026. Melalui acara ini, produk furnitur dan seni ukir unggulan Jepara dipromosikan kepada pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia(KPwBI) Jawa Tengah, Noor Nugroho, mengatakan provinsi ini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat industri halal nasional. Posisi strategis dan kekayaan sumber daya yang dimiliki menjadi modal penting dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah di daerah.
Menurut Noor, penguatan halal value chain (HVC) menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Selain memenuhi aspek regulasi, sertifikasi halal juga diyakini mampu membuka akses pasar yang lebih luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sebagai bentuk dukungan, Bank Indonesia bersama para mitra melakukan edukasi dan fasilitasi sertifikasi halal untuk produk furnitur dan mebel. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk sehingga lebih kompetitif di pasar global.
"Untuk pertama kalinya KPwBI Provinsi Jawa Tengah bersama mitra kerja terkait menghadirkan event pameran CJFACE 2026 ini. Menghadirkan furnitur dan hasil seni ukir dengan desain dan inovasi terkini serta berkualitas ekspor dari Kabupaten Jepara," ujarnya, Rabu, 10 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pameran ini tidak hanya menjadi etalase produk unggulan, tetapi juga membuka peluang bisnis yang lebih besar bagi pelaku usaha. Beragam kegiatan seperti business to business (B2B), bussiness to customer (B2C) networking, konsultasi desain gratis, harga langsung dari pabrik, hingga live crafting dihadirkan untuk menarik minat pembeli dan investor.
Menurutnya, pameran ini menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha, calon pembeli, investor, dan mitra bisnis untuk memperluas jejaring. Selain itu, juga untuk menjajaki kerja sama, memperoleh informasi tren desain terbaru, menemukan supplier potensial, memahami nilai tambah produk furnitur yang berorientasi halal, mengeksplorasi peluang investasi dan perdagangan.
Tak hanya promosi produk, CJFACE 2026 juga menjadi sarana edukasi ekonomi dan keuangan syariah. Bank Indonesia menggelar program edukasi bagi para dosen sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan pemahaman tentang ekonomi syariah dan penguatan ekosistem halal di Jawa Tengah.
Dalam kegiatan ini, pelaku UMKM akan dipertemukan secara langsung dengan perbankan syariah. “Untuk memperoleh informasi, konsultasi, dan penjajakan peluang pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan usaha," katanya.
Disebutkannya, sinergi antara Bank Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Penguatan sektor furnitur dan seni ukir diyakini dapat meningkatkan daya saing produk unggulan Jawa Tengah sekaligus memperluas kontribusi ekonomi syariah yang inklusif.
Ke depan, CJFACE diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang berkelanjutan bagi pelaku usaha, perbankan, investor, dan pemerintah. Melalui kolaborasi tersebut, perluasan pasar, peningkatan transaksi, penguatan pembiayaan, dan pengembangan ekosistem halal dapat terus tumbuh untuk mendorong ekonomi Jawa Tengah semakin kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....