Penjualan Ritel Jateng Diproyeksi Tumbuh 19,5 Persen pada April 2026
- 31 Mei 2026 03:01 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Kinerja penjualan ritel di Jawa Tengah diperkirakan membaik pada April 2026. Bank Indonesia memproyeksikan Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh sebesar 19,5 persen secara tahunan.
Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan penjualan pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, Suku Cadang dan Aksesori, serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Ketiga kelompok tersebut diperkirakan menjadi pendorong utama penguatan sektor perdagangan eceran.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari H., mengatakan pertumbuhan penjualan ritel pada April menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat masih cukup kuat. Meski demikian, penguatan tersebut belum merata pada seluruh kelompok barang.
“Prakiraan kinerja penjualan eceran pada April 2026 secara tahunan meningkat sebesar 19,5 persen, terutama ditopang oleh pertumbuhan kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, Suku Cadang dan Aksesori, serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor,” kata Andi dalam siaran pers, Sabtu, 30 Mei 2026.
Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau diperkirakan tumbuh paling tinggi, yakni 30,4 persen secara tahunan. Sementara itu, kelompok Suku Cadang dan Aksesori diproyeksikan tumbuh 28,8 persen dan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor meningkat 15,6 persen.
Namun demikian, peningkatan penjualan ritel diperkirakan masih tertahan oleh kontraksi pada kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Barang Budaya dan Rekreasi. Kondisi tersebut mengindikasikan permintaan masyarakat terhadap sebagian barang nonprioritas masih terbatas.
“Peningkatan yang lebih tinggi tertahan oleh kontraksi kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Barang Budaya dan Rekreasi. Mengindikasikan permintaan sebagian barang nonprioritas masih terbatas,” ujarnya.
Secara bulanan, IPR April 2026 diprakirakan mengalami kontraksi sebesar 17,1 persen seiring normalisasi konsumsi masyarakat pasca-Hari Besar Keagamaan Nasional Idulfitri. Meski begitu, Bank Indonesia menilai prospek penjualan ritel secara tahunan masih menunjukkan tren positif yang didukung daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi yang tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....