Banjir Hambat Logistik, Industri Pengolahan Jateng Melambat pada Triwulan I 2026

  • 30 Mei 2026 19:32 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Industri pengolahan di Jawa Tengah tetap mencatat pertumbuhan positif pada triwulan I 2026 meski mengalami perlambatan. Gangguan logistik akibat bencana banjir di sejumlah wilayah menjadi salah satu faktor yang menahan laju pertumbuhan sektor tersebut.

Data Bank Indonesia menunjukkan lapangan usaha industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah dengan pangsa mencapai 32,69 persen. Pada triwulan I 2026, industri pengolahan tumbuh sebesar 4,04 persen secara tahunan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho mengatakan, perlambatan sektor industri dipengaruhi terganggunya distribusi logistik akibat banjir di beberapa daerah. “Pada periode ini mengalami perlambatan seiring pengaruh bencana banjir di sejumlah wilayah yang menghambat jalur logistik,” katanya melalui siaran pers, Sabtu, 30 Mei 2026.

Menurutnya, hambatan logistik juga terlihat dari terganggunya perjalanan kereta api di jalur utara Jawa. “Gangguan distribusi, termasuk terhambatnya perjalanan kereta api di jalur utara Jawa, turut memengaruhi aktivitas industri pengolahan di Jawa Tengah,” ujarnya.

Perlambatan industri pengolahan juga sejalan dengan penurunan indikator Saldo Bersih Tertimbang (SBT) industri. Hal itu berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia pada triwulan I 2026.

Meski demikian, sektor industri manufaktur di Jawa Tengah dinilai masih menunjukkan daya tahan. Khususnya, di tengah tantangan bencana dan ketidakpastian ekonomi global saat ini.

Bank Indonesia menilai penguatan infrastruktur logistik dan mitigasi gangguan distribusi menjadi penting untuk menjaga stabilitas industri pengolahan. Upaya tersebut diharapkan dapat menopang kembali pertumbuhan sektor manufaktur sebagai kontributor utama ekonomi Jawa Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....