BPJS Ketenagakerjaan Ajak Kolaborasi Perluas Jaminan Pekerja Informal
- 13 Mei 2026 13:44 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Agung Nugroho mengajak pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan dunia usaha berkolaborasi memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal dan pekerja rentan. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Semarak Milad ke-109 ‘Aisyiyah dan Hari Ber-‘Aisyiyah Kabupaten Purworejo di Alun-Alun Purworejo, Minggu, 10 Mei 2026.
Menurut Agung, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau lebih banyak pekerja, khususnya kelompok informal yang selama ini rentan terhadap risiko kerja dan ketidakpastian ekonomi.
“Atas nama BPJS Ketenagakerjaan, kami menghaturkan selamat Milad ke-109 kepada seluruh keluarga besar ‘Aisyiyah. Selama lebih dari satu abad, ‘Aisyiyah telah menjadi organisasi perempuan Islam yang konsisten berkontribusi dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, pemberdayaan perempuan hingga penguatan ekonomi umat,” ujarnya melalui keterangan pers, Rabu, 13 Mei 2026.
Dalam kesempatan itu, Agung juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam menghadirkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja. Menurutnya, langkah yang dilakukan menjadi contoh nyata kehadiran negara hingga tingkat akar rumput.
Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, perlindungan tersebut telah diberikan kepada 1.100 pekerja rentan, 1.400 petani tembakau dan penderes. Perlindungan diberikan melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), serta 5.664 tenaga kerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD), termasuk Ketua RT dan RW di Kabupaten Purworejo.
Perhatian terhadap sektor pendidikan juga terus diperkuat. Hingga kini, sebanyak 3.458 guru mengaji di Kabupaten Purworejo telah mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bentuk kepedulian terhadap para pendidik keagamaan.
Pada momentum tersebut, BPJS Ketenagakerjaan turut menyerahkan perlindungan kepada 166 guru melalui dukungan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen. Program tersebut diberikan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Semarak Milad ke-109 ‘Aisyiyah.
“Melalui momentum ini kami berharap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat semakin meluas dan menjadi budaya bersama. Ketika pekerja terlindungi, maka keluarga menjadi lebih tenang, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan masyarakat pun akan semakin baik,” kata Agung.
Lebih lanjut, Agung menilai semangat Milad ‘Aisyiyah ke-109 selaras dengan Gerakan Nasional Perlindungan 10 Juta Pekerja Rentan yang dicanangkan pemerintah. Oleh karena itu, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat perlindungan pekerja di Indonesia.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran, Mulyono Adi Nugroho menegaskan pihaknya akan terus memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. “BPJS Ketenagakerjaan berharap sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan dunia usaha terus diperkuat guna terciptanya perlindungan menyeluruh bagi pekerja, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan dan produktivitas nasional,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....