Tahun 2025, Volume Angkutan Barang KAI Semarang Naik 11 Persen
- 04 Feb 2026 11:55 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Realisasi volume angkutan barang PT KAI Daop 4 Semarang sepanjang tahun 2025 menyentuh angka 291.572 ton. Jumlah tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 11 persen jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya yang mencatatkan angka 269.248 ton.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif menyebutkan, komoditas peti kemas mendominasi pengangkutan di wilayahnya dengan total 224.946 ton. " KAI Daop 4 Semarang juga melayani berbagai jenis angkutan barang lainnya, seperti Angkutan Retail (BHP), Angkutan Retail (Parcel)/General Cargo, serta komoditas lainnya dengan total volume mencapai 66.626 ton," ujarnya di Semarang, Rabu 4 Februari 2025
Ia juga menyampaikan, operasional logistik, KAI memusatkan aktivitas bongkar muat peti kemas di Stasiun Tawang dan Stasiun Brumbung. Selain peti kemas, jalur kereta api di Jawa Tengah juga digunakan untuk distribusi semen dan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Sementara di sektor energi, KAI Daop 4 Semarang turut berperan penting melalui penanganan pembongkaran (unloading) angkutan BBM di Stasiun Larangan, untuk memastikan kelancaran pasokan energi bagi masyarakat maupun sektor industri. “Kami terus berinovasi dan mengambil langkah strategis untuk menjawab meningkatnya kebutuhan pelanggan industri terhadap solusi logistik yang berkelanjutan,” jelasnya
Menurutnya, pertumbuhan kinerja angkutan barang di wilayah Daop 4 didukung peningkatan frekuensi perjalanan dan rute layanan, optimalisasi jumlah gerbong dalam satu rangkaian, serta ketepatan waktu pengiriman barang. “Meningkatnya permintaan pelanggan terhadap layanan angkutan berbasis rel menjadi pendorong utama capaian ini,” tambahnya.
Saat ini, layanan angkutan barang KAI Daop 4 Semarang telah menjangkau puluhan kota dan kabupaten di Pulau Jawa, menghubungkan kawasan industri dengan pelabuhan, pusat ekonomi, dan sentra distribusi nasional.
“Kereta api kini tidak hanya sarana transportasi penumpang. Akan tetapi, juga simpul penting dalam rantai distribusi logistik nasional.” tutup Luqman Arif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....