23 Semarang Shopping Center Hadirkan Gaya Hidup Baru dan Pertumbuhan UMKM Lokal

  • 14 Jun 2026 08:32 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - 23 Semarang Shopping Center di Pearl of Java (POJ) City menjadi salah satu tempat destinasi terbaru untuk berbelanja di Kota Semarang. Berkolaborasi dengan Bina Nusantara (BINUS), 23 menghadirkan destinasi gaya hidup yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga mendukung pertumbuhan UMKM.

President Director & CEO Paradise Indonesia Anthony P. Susilo mengatakan peresmian 23 Semarang Shopping Center merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Tentunya untuk menghadirkan pengembangan yang memberikan dampak lebih luas bagi kota dan masyarakat.

"23 Semarang Shopping Center merupakan wujud kolaborasi strategis antara Paradise Indonesia dan BINUS. Kolaborasi itu menghadirkan destinasi gaya hidup yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga mendukung pertumbuhan UMKM, pengembangan komunitas, dan keberlanjutan," katanya usai Grand Opening 23 Semarang Shopping Center, Sabtu 13 Juni 2026.

General Manager 23 Semarang Shopping Center Dian Widiyanti mengatakan pusat perbelanjaan modern saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat transaksi jual beli. Namun telah bertransformasi menjadi ruang pertemuan dan interaksi masyarakat yang tidak dapat sepenuhnya tergantikan oleh platform perdagangan elektronik.

"Mal saat ini bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga menjadi meeting point masyarakat. Interaksi sosial yang terjadi secara langsung menjadi nilai yang tidak bisa didapatkan melalui e-commerce (lokapasar, red)," katanya.

Menurutnya, pengalaman berbelanja secara langsung masih memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan belanja online. Konsumen dapat melihat, menyentuh, hingga mencoba produk sebelum membeli sehingga memberikan keyakinan lebih terhadap kualitas barang yang dipilih.

"Ketika membeli pakaian secara daring, misalnya, kita tidak bisa mencoba atau merasakan langsung bahannya. Interaksi dan pengalaman inilah yang membedakan pusat perbelanjaan dengan dunia e-commerce," ucapnya.

Meski lokapasar terus berkembang, Dian menilai pusat perbelanjaan tetap menjadi pilihan masyarakat karena mampu menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap, mulai dari rekreasi, kuliner, hingga interaksi sosial. Selain menghadirkan destinasi gaya hidup modern, 23 Semarang Shopping Center juga dirancang sebagai platform pertumbuhan ekonomi lokal.

Menurut dia, komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan lebih dari 50 tenant UMKM dan merek lokal dari berbagai sektor usaha. Pengelola menyediakan area usaha permanen maupun ruang pameran dan bazar yang secara khusus disiapkan untuk mendukung promosi produk-produk lokal Jawa Tengah.

"Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya kami untuk mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah," katanya. Dalam peresmian pusat perbelanjaan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan tumbuhnya mal-mal baru tersebut membuktikan Jawa Tengah dipercaya sebagai destinasi investasi yang aman dan nyaman bagi investor.

"Di saat tekanan fiskal dan geopolitik dunia, kita masih mampu menghadirkan investasi," katanya. Berdasarkan data, realisasi investasi di Jateng pada triwulan I 2026 mencapai Rp23,02 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 92 ribu orang.

Pada tahun 2025, capaian investasinya mencapai Rp110 triliun. Jawa Tengah memberikan pelayanan yang baik kepada investor, sehingga para investor juga percaya dengan menanamkan investasinya.

Upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemprov Jateng di antaranya kemudahan perizinan, jaminan kondusivitas wilayah terkait kamanan dan ketertiban, tenaga kerja yang berkualitas. "Jawa Tengah adalah provinsi yang menarik untuk investasi, maka kami minta bupati-walikota untuk membuat kawasan industri," katanya.

Luthfi mengungkapkan jika 23 Semarang Shoping Center tidak hanya didesain sebagai pusat perbelanjaan. Desainnya sudah menggunakan energi terbarukan serta urban garden dengan ruang terbuka hijau.

Hal itu sejalan dengan upaya Pemprov Jateng yang mendorong pengembangan ekonomi hijau yang tidak merusak lingkungan. "Bagi investasi yang menggunakan energi terbarukan kita kenakan insentif pajak, ini baru di Jateng," jelasnya.

Lebih dari itu, 23 Semarang Shoping Center juga mampu menyerap sekitar tiga ribuan tenaga kerja. Ia berharap, pengembangan mal tersebut sebisa mungkin juga dapat menghidupkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....