Samuel Wattimena Dukung Bukit Cinta Jadi Creative Hub
- 06 Des 2025 23:13 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Samuel JD Wattimena mendukung destinasi wisata Bukit Cinta Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang sebagai creative hub. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Festival Ekonomi Kreatif dan Desa Wisata di wisata Bukit Cinta Kabupaten Semarang, Sabtu (6/12/2025).
Dukungan itu ia sampaikan usai melihat booth peserta festival yang menarik dan tingginya antusias desa wisata untuk menampilkan produk-produk unggulan. “Bukit Cinta ini mau dijadikan creative hub, itu menurut saya visi yang baik,” katanya.
Terlebih, di Kabupaten Semarang sudah terbentuk komunitas kebudayaan seperti Lembaga Kesenian Kecamatan (LKK) dan komunitas Tosan Aji yang sangat kental dengan kebudayaan. Menurut dia, dengan kegiatan yang digerakkan oleh komite ekonomi kreatif (KEK) ini menjadi angin baru bagi pengembangan pariwisata di kabupaten Semarang.
Hal itu, jelas Samuel, sesuai dengan tagline Kementerian Ekonomi Kreatif yaitu “New Engine of Growth”. Festival Ekonomi Kreatif dan Desa Wisata ini merupakan bentuk konkret dari hasil diskusi antara Ketua KEK kabupaten Semarang Dimas dengan dirinya.
Dengan berkumpulnya desa wisata di satu tempat, akan memudahkan masyarakat untuk memilih desa wisata mana yang akan dipilih. “Ini adalah cara singkat yang efektif desanya diundang untuk mempresentasikan,” jelasnya.
Ketua Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kabupaten Semarang, Dimas Herdy Utomo mengatakan, festival ini mengusung konsep baru dalam mendorong desa wisata sebagai bagian ekonomi kreatif. “Konsep kreatif ini kan menumbuhkan konservasi atas apa yang dikerjakan oleh desa wisata itu, sehingga bisa diceritakan,” ujarnya.
Ia berharap, konsep baru pada festival ekonomi kreatif dan desa wisata ini bisa mengaktivasi para seniman-seniman daerah yang pada akhirnya bisa berkarya di tingkat kabupaten. “Mimpi kami di Bukit Cinta sendiri, ingin menjadikan sebuah tempat creative hub sehingga teman-teman disetiap sanggar mempunyai muara,” jelasnya.
Dimas menjelaskan, festival ini merupakan rangkaian kegiatan yang pada 29-30 November 2025, sudah diawali dengan melukis mural dengan total 14 mata kegiatan. “Ada forum literasi, seni pertunjukan hingga pemutaran film pendek,” ucapnya.
Puncak acara festival ekonomi kreatif dan desa wisata, kata Dimas, yaitu Rembulan Serasi dengan Kenduri Rawapening. Dimas menjelaskan, Kenduri Rawapening adalah sebuah atraksi yang menampilkan karya-karya seniman-seniman yang menjadikan desa wisata itu sebagai ruang untuk penampilan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....